Ponpes Darul Ulum Amiral Takalar Buka Suara soal Santri Di-bully Teman-Ustaz

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 27 Apr 2026 23:43 WIB
Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Amiral, Awaluddin. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Amiral, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Awaluddin buka suara soal dugaan santri di-bully hingga melibatkan ustaz. Awaluddin memastikan peristiwa ini murni perkelahian antarsantri.

"Jadi itu sebenarnya perkelahian antar siswa. Lalu kemudian keterlibatan ustaz tidak ada sama sekali. Tidak ada sama sekali (ustad ikut menganiaya). Ustaz ini hanya mengamankan ini anak (Mustakim)," kata Awaluddin kepada detikSulsel, Senin (27/4/2026).

Menurut Awaluddin, peristiwa berawal saat santri bernama Mustakim bermain dan ditegur oleh temannya inisial I pada Jumat (12/12/2025). Di tengah cekcok, santri inisial L juga terlibat hingga terjadi perkelahian sesama santri.

"Jadi bermain antar santri, yang bermain ini korban, M, lalu kemudian ditegur oleh I, 'berhenti mi jangan main begitu, seperti anak-anak'. M tidak terima. 'Siapa anak-anak, kau anak-anak'. Lalu dibalas, 'coba lihat siapa yang kecil kau atau saya'. Dari situ pertengkaran mulut," kata Awaluddin.

Dia mengaku tidak tahu persis bagaimana dampak perkelahian setelah adu mulut tersebut. Namun, Mustakim memang lari keluar pesantren tanpa melapor ke gurunya atau ustaznya.

"Akhirnya entah bagaimana saat itu lalu Mustakim langsung lari, bukan ke ustaz, langsung lari keluar pondok. Iya (kabur)," katanya.

Namun belakangan dalam kronologi versi Mustakim, dia melapor ke ustaznya. Padahal, Mustakim tidak melapor ke ustaznya dan langsung lari keluar pondok.

"Justru tidak sama sekali. Dia langkahi ustaznya. Langsung lari, katanya minta bantuan sama orang. Itu betul, tapi inikan orang asing, orang luar. Saya kira pesantren mana pun tidak membolehkan, tapi dikesankan bahwa orang ini tidak diperkenankan membantu," jelasnya.

Dia juga memastikan tidak mengusir pihak luar tersebut. Pihak pondok menjelaskan bahwa ini masalah internal pesantren.

"Dan orang tersebut tidak jauh dari pondok sebenarnya. Bukan serta merta disuruh pergi," katanya.

Sementara dalam situasi Mustakim emosi, pihak pesantren berusaha menenangkannya. Namun hal itu tidak digubris Mustakim, dan justru terus ingin membalas memukul.

"Kemudian kita berusaha juga tangani Mustakim, setelah dia kabur, dia kita kasih duduk baik-baik. Tidak ada jawaban, yang dia jawab hanya mau membalas, mau membalas, tidak ada yang lain. Sampai kita lihat situasinya, kita minta istigfar. Sampai istigfar tidak mau. Jadi kita anggap terguncang sekali ini, emosinya naik," jelas Awaluddin.

Pihaknya saat itu juga telah memanggil santri yang terlibat perkelahian dengan Mustakim. Mereka juga sambil menasihati agar Mustakim menenangkan diri.

"Jadi kita tenangkan, tenangkan, ternyata tidak (bisa), sampai saya panggil ini yang memukul sambil ditanya, interogasi, kenapa sampai begitu. Sambil dinasihati, Mustakim, yang masih ada keinginan membalas tentu masih ada. Tapi dijagai, tidak mungkin karena dia dipukul lalu diminta membalas," katanya.



Simak Video "Bangun Akhlak Mulia dengan Empat Pilar Utama Ini"


(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork