Bentrokan warga antardesa di Walenrang Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengakibatkan sejumlah orang dilaporkan terkena busur. Sebuah kios milik warga juga terbakar dalam perang kelompok tersebut.
"Pasti ada korban terkena busur panah dari kedua kubu. Sama kios warung penjual es di pinggir jalan terbakar," kata Camat Walenrang, Ikram Ramin kepada detikSulsel, Jumat (24/4/2026).
Ikram belum mengetahui jumlah warga yang terkena busur maupun luka-luka. Informasi yang diterimanya, warga yang tidak terlibat bentrok juga dikabarkan terkena busur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ditahu pastinya (korban luka), karena saya lokasi di dekat Desa Baramamase, untuk pos sebelah sananya saya tidak tahu pasti, tapi pasti ada luka," bebernya.
Ikrar juga belum merinci pemicu bentrokan tersebut. Dia menduga perang kelompok ini turut dipicu aksi balas dendam saat seorang warga dari salah satu kelompok yang bertikai meninggal.
"Itukan pernah ada yang meninggal, tapi kepolisian itu bekerja terus, saya hampir tiap hari berkomunikasi sama Kapolsek, polisi untuk ungkap secepatnya," ucap Ikram.
Dia menambahkan, situasi pascabentrokan warga antardesa sudah kondusif. Kendati begitu, sejumlah aparat kepolisian masih disiagakan.
"Agak kondusif mi lagi, dan juga ada mi water canon di sana Pasar Karetan. Wakaporles juga ada pimpin langsung anggota," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, bentrokan antarkelompok warga awalnya sempat pecah di batas antardesa, Jalan Trans Sulawesi, depan Pasar Keretan pada Jumat (3/4) malam. Warga saling serang menggunakan busur panah hingga senapan angin.
Perang kelompok kemudian berlanjut pada Sabtu (4/4). Pada bentrokan itu lah satu warga dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
"Satu orang meninggal dunia, serta 3 orang mengalami luka dari kedua bela pihak serta beberapa rumah dan kios jualan di sekitar lokasi terkena lemparan batu," kata Kasi Humas Polres Luwu Iptu Yakobus Rimpung, Senin (6/4).
Bentrokan kembali pecah di Jalan Trans Sulawesi, Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, pada Senin (6/4) sekitar pukul 17.30 Wita. Perang kelompok itu mengakibatkan arus lalu lintas terhambat.
Tidak sampai di situ, bentrokan kembali pecah antarwarga Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang sejak Kamis (23/4). Massa saling serang menggunakan batu dan busur panah hingga arus lalu lintas sempat lumpuh.
