Dua kelompok warga terlibat bentrok menggunakan panah dan parang di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Peristiwa itu menyebabkan satu orang tewas berinisial TN.
"Korban diketahui berinisial TN yang berasal dari kelompok Niwigalen," ujar Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Bentrok dua kelompok warga itu pecah di Distrik Kwamki Narama, Mimika, pada Kamis (16/4). Jenazah korban telah ditangani oleh pihak keluarga melalui prosesi kremasi atau bakar secara adat pada Jumat (17/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hempy mengatakan personel gabungan Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Mimika masih disiagakan di lokasi. Personel gabungan yang dipimpin Iptu Dominggus Maspaitela juga melakukan patroli intensif di sejumlah titik rawan.
"Hasil pantauan di jalur 1 (arah lapangan terbuka depan kediaman Noap Dang), terpantau kelompok kecil masyarakat sedang beristirahat pasca aksi saling serang," katanya.
Dia menuturkan kepala Distrik Tembagapura dan kepala Distrik Kwamki Narama datang ke Mapolsek Kwamki Narama untuk berkoordinasi bersama aparat kepolisian dalam rangka penanganan konflik dan menjaga stabilitas keamanan wilayah.
"Terpantau juga massa dari kelompok Kios Panjang bergerak dengan berjalan kaki menuju kediaman Waimum Noap di Jalur 1. Sementara itu patroli Polsek Kwamki Narama di area luar basis massa kelompok Dang memantau warga dalam posisi siaga dengan membawa alat tajam busur dan anak panah," jelasnya.
Hempy menambahkan bahwa aparat akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan serta mencegah terjadinya konflik lanjutan.
