Pesta rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Sarmi, Papua, berakhir ricuh dipicu percekcokan antarwarga. Panggung acara hingga motor di lokasi kejadian dirusak oleh massa yang bertikai.
Kericuhan itu terjadi di Lapangan Pasar Mararena, Sarmi pada Selasa (14/4) sekitar pukul 01.35 WIT. Insiden bermula saat warga dari Kampung Wagbe dan Kampung Betaf sedang menunggu kendaraan jemputan panitia untuk pulang.
"Diduga akibat pengaruh minuman keras, terjadi perselisihan yang memicu aksi saling kejar dan lempar batu," ujar Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi yang mendapat laporan kemudian turun ke lokasi membubarkan massa. Aparat kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.
"Terjadi perkelahian antar masyarakat kemudian melakukan pelemparan ke arah pos shelter dan melakukan perusakan motor, kios/toko serta fasilitas umum di sekitar Pasar Mararena," paparnya.
Sejumlah pengunjung memilih keluar dari Pasar Mararena. Masyarakat yang berada di lokasi meminta Pemkab Sarmi untuk mengantar mereka kembali pulang.
"Pemkab Sarmi telah menyediakan 3 unit truk untuk mengantar masyarakat dari Bonggo, kampung Wakde, Keder dan Arare untuk pulang," tutur Ruben.
Polres Sarmi turut mengerahkan 3 truk untuk mengantar masyarakat pulang. Ruben mengatakan perkara ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
"Situasi di sekitar Pasar Mararena aman kondusif," tegas Ruben.
Dalam video beredar di media sosial, massa tampak melakukan pelemparan ke arah panggung acara. Sejumlah orang juga melakukan perusakan fasilitas baik tenda hingga kursi di lokasi.
