2 Polisi di Toraja Utara Dipatsus Buntut Pengeroyokan Pengunjung Kafe

2 Polisi di Toraja Utara Dipatsus Buntut Pengeroyokan Pengunjung Kafe

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Senin, 06 Apr 2026 16:30 WIB
5 oknum TNI dan 1 polisi diduga terlibat pengeroyokan di sebuah kafe di Toraja Utara.
Foto: 5 oknum TNI dan 1 polisi diduga terlibat pengeroyokan di sebuah kafe di Toraja Utara. (dok. Istimewa)
Toraja Utara -

Dua oknum polisi berinisial Aiptu AS dan Bripka IA diduga terlibat mengeroyok pengunjung kafe di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua anggota Polres Toraja Utara itu kini dilakukan penempatan khusus (patsus).

"Sekarang yang dua orang sudah dipatsus di Propam," kata Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (6/4/2026).

Dia mengatakan kedua oknum polisi itu akan diproses pidana umum dan kode etik profesi. Kedua oknum polisi masih menjalani pemeriksaan oleh Propam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proses hukum dilakukan secara paralel, yakni melalui peradilan pidana umum maupun sidang kode etik profesi Polri," bebernya.

ADVERTISEMENT

Stephanus berharap masyarakat mempercayakan kasus ini pada Kepolisian. Dia memastikan, tahap pemeriksaan hingga sanksi akan dilakukan secara tegas, transparan, dan akuntabel.

"Langkah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap tindakan individu yang mencederai hukum dan merugikan masyarakat. Ini adalah bukti keseriusan kami," katanya.

"Siapapun anggota yang melanggar aturan, akan menerima konsekuensi hukum yang setimpal demi menjaga marwah institusi Polri," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, lima oknum TNI dan satu polisi diduga mengeroyok pengunjung Cafe Valeri, Jalan Pongtiku, Rantepao, Toraja Utara pada Rabu (1/4). Belakangan terungkap ada 2 oknum polisi yang terlibat pengeroyokan itu.

Total ada 4 orang yang menjadi korban, yakni dua pria dan dua wanita. Lima anggota TNI yang diduga terlibat mengeroyok korban juga telah diamankan dan diperiksa POM TNI.

"Benar, kita sudah terima laporan. Ada 5 anggota kita yang terlibat," ujar Komandan Kodim (Dandim) 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal kepada detikSulsel, Kamis (2/4).



(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads