Seorang pria bernama Wahyu (24) menjadi korban penganiayaan saat pawai patrol sahur on the road di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden itu diduga dipicu korban yang sempat mengejar orang dengan badik usai ditendang saat menonton patrol.
"Kami sudah melakukan penanganan dengan mendatangi rumah korban yang ada di dalam video," kata Kanit Reskrim Polsek Tiroang Iptu Zaenal kepada detikSulsel, Jumat (20/3/2026).
Insiden penganiayaan tersebut terjadi di wilayah Kaboe, Kelurahan Tiroang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Jumat (20/3) sekitar pukul 02.00 Wita. Insiden bermula saat korban menonton musik patrol saat sahur on the road dan mengaku ada yang menendang dari belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengakuan dia (korban) ada yang tendang dia dari belakang dan dia kejar. Nah informasi dari warga di lokasi, dia kejar orang yang diduga memukul dia dengan badik," bebernya.
Namun warga yang berada di lokasi yang mengetahui korban memakai badik kemudian ramai-ramai mengeroyok korban. Korban kemudian diamankan warga beserta badik yang dipakai.
"Saat dia kejar orang pakai badik itu kan banyak masyarakat di situ dan terjadi seperti tampak di video (korban dianiaya ramai-ramai)," jelasnya.
Pihak kepolisian kata Zaenal telah mengarahkan untuk segera melakukan visum serta membuat laporan polisi. Namun sampai saat ini korban belum memasukkan laporan penganiayaan ke pihak kepolisian.
"Kami sudah arahkan untuk visum kemudian ke Polsek Tiroang untuk melapor agar kami dapat proses kasusnya, tapi sampai saat ini belum ada datang melapor," terangnya.
Dalam video yang beredar tampak acara sahur on the road yang berlangsung meriah. Tidak lama kemudian tampak Wahyu didorong salah seorang pria masuk ke saluran irigasi.
Banyak pria kemudian ramai-ramai melakukan penganiayaan dengan memukul dan menendang korban. Bahkan ada yang berteriak "bunuh dia". Setelah tampak tidak berdaya, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut kemudian melerai dan menolong korban.
