Dua kelompok remaja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) terlibat aksi tawuran. Tujuh orang berhasil ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) usai mendapat laporan masyarakat.
"Tujuh orang sudah kita amankan. Dua tambahan kita amankan malam ini," ujar Kepala Satpol PP Tana Toraja, Eli Bernat kepada detikSulsel, Selasa (10/3/2026).
Bernat mengungkapkan, peristiwa itu terjadi di Pasar Seni Makale pada Jumat (7/3) sekitar pukul 01.00 Wita dini hari. Adapun tujuh orang yang ditangkap masing-masing wanita inisial QTT (14), L (17), RA (16), C (16) dan DB (18), serta pria A (17) dan R (17).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkelahian dipicu persoalan sepele lantaran tidak terima dipanggil 'jok' atau bahasa tren anak remaja di Toraja. Awalnya, Q memanggil L ke Pasar Seni Makale danmenuding L tidak sopan karena menggunakan kata 'jok' dalam percakapan mereka sebelumnya.
"Sebenarnya masalah sepele, hanya karena merasa tidak terima dikatai 'jok'. Bermula dari situ, mereka saling panggil temannya dan terjadilah tawuran. Kejadiannya sekitar jam 01.00, jadi sudah sunyi di situ," ujarnya.
Usai menerima laporan warga, Satpol PP bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun saat tiba di lokasi para muda-mudi yang terlibat perkelahian sudah tidak ada di tempat.
"Ada masyarakat yang melapor dan kami langsung ke lokasi tapi mereka sudah bubar," tuturnya.
Meski demikian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik remaja yang terlibat perkelahian, yakni jaket dan celana yang tertinggal di lokasi.
Pihak Satpol PP pun menelusuri keberadaan pelaku dan berhasil meringkus satu orang di salah satu rumah kos. Dari hasil interogasi, pelaku lainnya berhasil diamankan di lokasi berbeda.
"Awalnya kita tangkap satu orang di kos sekitar Guririk. Dari penelusuran itu, kita tangkap pelaku lainnya di sekitar terminal," ujarnya.
Pelaku dan barang bukti kini telah diamankan di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Tana Toraja.
"Kami masih mengejar beberapa orang yang diduga terlibat. Tindakan mereka meresahkan masyarakat jadi kita harus memberi pembinaan," ujar Bernat.
Dalam rekaman video beredar, dua perempuan tampak saling adu fisik di malam hari. Perkelahian itu disaksikan sejumlah rekan mereka yang berada di lokasi.
(asm/sar)











































