Ada Upaya Pengaburan Fakta di Balik Tewasnya Bripda Dirja Dianiaya Senior

Ada Upaya Pengaburan Fakta di Balik Tewasnya Bripda Dirja Dianiaya Senior

Tim detiksulsel - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 06:30 WIB
Anggota Ditsamapta Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama (19) tewas dianiaya senior.
Foto: Anggota Ditsamapta Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama (19) tewas dianiaya senior. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Makassar -

Polisi mengungkap ada upaya pengaburan fakta terkait penyebab tewasnya Bripda Dirja Pratama (19) di Asrama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun, penyidik melakukan penyelidikan berbasis ilmiah hingga mengungkap fakta korban tewas akibat dianiaya seniornya, Bripda P.

Bripda Dirja mulanya dilarikan ke RSUD Daya Makassar pada Minggu (22/2), namun dinyatakan meninggal dunia. Saat itu, korban disebut tewas karena membenturkan kepalanya.

"Laporan awal yang kami terima yang bersangkutan meninggal karena membentur-benturkan kepala. Pertama kita dengar laporan (seperti itu)," ujar Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan di Mapolres Pinrang, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djuhandhani mengatakan pihaknya tidak percaya begitu saja terhadap laporan tersebut. Sebanyak enam orang polisi lantas diperiksa.

"Secara scientific, kami buktikan apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan membentur-benturkan kepala tidak benar," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, penyidik memastikan korban tewas akibat dianiaya Bripda P. Pelaku yang merupakan senior korban itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita menetapkan tersangka atas nama P pangkat Bripda yang merupakan senior dari korban," jelasnya.

Sementara itu, lima orang senior korban lainnya masih berstatus terperiksa. Djuhandhani memastikan pihaknya terus mengusut peran mereka.

"Saat ini secara intensif kami memeriksa 5 orang lagi, keterkaitannya seperti apa," jelasnya.

Bripda Dirja Dimakamkan di Pinrang

Jenazah Bripda Dirja telah dikebumikan di kampung halamannya, Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2). Irjen Djuhandhani juga menyempatkan hadir untuk memberikan ungkapan duka.

Deretan karangan bunga ucapan duka berjejer di lorong sekitar rumah duka. Sejumlah warga sekitar dan kerabat berdatangan lalu diarahkan masuk ke dalam rumah.

Di area tersebut tampak sejumlah personel polisi yang akan mengawal prosesi pelepasan korban. Irjen Djuhandhani Rahardjo hadir bersama jajaran personel Polda Sulsel.

Irjen Djuhandhani langsung memeluk ayah korban sembari menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian korban. Setelah sekitar 15 menit berada di rumah duka, Kapolda Sulsel dan rombongan meninggalkan lokasi.

Ayah Cerita Bripda Dirja Sempat Pesan Palekko ke Ibunya

Ayah Bripda Dirja yang juga anggota polisi, Aipda Muhammad Jabir mengatakan anaknya itu masih sempat menelepon ibunya sebelum kejadian penganiayaan. Saat itu, Bripda Dirja meminta dibuatkan masakan olahan daging itik khas Pinrang, palekko.

"Sempat dia mau makan itik palekko," kata Aipda Jabir kepada wartawan, Senin (23/2).

Ibu Bripda Dirja disebut menyanggupi keinginan anaknya itu. Sang ibu bahkan berniat mengantarkannya langsung ke Makassar.

Jabir bersama istrinya pun berangkat ke Makassar pada Minggu (22/2) pagi. Namun dalam perjalanan, dia dikagetkan dengan kabar Bripda Dirja meninggal dunia.

"Kami siap mengantar itik palekko ke Makassar. Tapi di hari kejadian sekitar jam 7 atau 8 pagi dikabarkan meninggal," jelasnya.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads