Perjuangan Bripda Dirja di Polda Sulsel Diharap Dilanjutkan Adik Kembarnya

Perjuangan Bripda Dirja di Polda Sulsel Diharap Dilanjutkan Adik Kembarnya

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 23 Feb 2026 17:50 WIB
Anggota Ditsamapta Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama (19) tewas dianiaya senior.
Foto: Anggota Ditsamapta Polda Sulsel Bripda Dirja Pratama (19) tewas dianiaya senior. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Pinrang -

Karier anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Bripda Dirja Pratama (19) berakhir usai tewas dianiaya seniornya berinisial Bripda P di asrama kepolisian di Makassar. Perjuangan Bripda Dirja di institusi Polri kini diharapkan bisa diteruskan adik kembarnya.

Keinginan itu disampaikan oleh ayah korban, Aiptu Muhammad Jabir yang juga personel Polres Pinrang. Jabir mengaku harapan itu sempat diutarakan istrinya kepada Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang datang di rumah duka di Pinrang, siang tadi.

"Jadi tadi (ibu Dirja) menyampaikan dan berharap kalau bisa saudara kembarnya itu diterima dan lolos (sebagai polisi)," kata Jabir kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jabir menyadari perjuangan melanjutkan karier Bripda Dirja tidak mudah. Anaknya atau adik kembar Bripda Dirja tetap harus melalui proses seleksi dan memenuhi persyaratan jika ingin lolos masuk Polri.

"Kalau bisa (saudara) kembarnya itu diterima agar dapat melanjutkan perjuangan dari almarhum. Tapi itu tentu kami pahami semua harus sesuai prosedur dan mendaftar sebagai persyaratan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Jabir mengaku kecintaannya terhadap institusi Polri tidak bisa hilang meski anaknya meninggal karena ulah rekan seprofesi. Kendati begitu, dia berharap kasus ini bisa diusut tuntas.

"Saya tetap cinta Polri. Buktinya saat ini saya tetap memakai seragam," beber Jabir.

Jabir menegaskan sangat kehilangan dengan kematian anaknya. Dia menilai Polda Sulsel sejauh ini telah bekerja maksimal untuk mengungkap pelaku.

"Sebagai orang tua, tentu kami berduka atas kasus yang menimpa anak kami. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Kabid Propam yang telah bekerja cepat untuk mengungkap kasus ini," paparnya.

Diketahui, Bripda Dirja tewas akibat dianiaya oleh seniornya di Asrama Mapolda Sulsel. Bripda Dirja sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar namun dinyatakan meninggal pada Minggu (22/2).

Polda Sulsel telah menetapkan 1 tersangka berinisial Bripda P, sementara 5 polisi lain yang diduga terlibat masih diperiksa. Bripda Dirja tewas dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya.

"Kita menetapkan tersangka atas nama P pangkat Bripda yang merupakan senior dari korban," ujar Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan di Mapolres Pinrang, Senin (23/2).

Irjen Djuhandhani mengakui korban awalnya dilaporkan tewas karena menganiaya diri sendiri. Namun pihaknya melakukan penyelidikan mendalam dan membongkar laporan tersebut hanya rekayasa.

"Secara scientific, kami buktikan apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan membentur-benturkan kepala tidak benar," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads