Siswi SD bernama RI (13) yang ditemukan mengapung di laut Kabupaten Boalemo, Gorontalo, diduga tewas karena dianiaya. Polisi menemukan adanya luka di leher korban yang merupakan tanda kekerasan.
"Kemungkinan besar tanda-tanda kekerasan penganiayaan ada. Tanda kekerasan di bagian leher kanan dan kiri itu kayak kena benda tumpul," ujar Kasat Reskrim Boalemo Iptu Nurwahid Kiay Demak kepada detikcom, Selasa (17/2/2026).
Nurwahid mengatakan masih menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban. Jenazah korban diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilihat dengan kasat mata yang ada terkait dengan korban diduga dilihat memang ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," tambahnya.
Polisi memastikan masih melakukan penyelidikan terkait kematian siswa SD tersebut. Penyidik sudah memeriksa 13 orang saksi termasuk di antaranya keluarga korban.
"Banyak saksi yang dimintai keterangan 13 orang saksi diperiksa. Keluarga korban diperiksa ada juga dari masyarakat yang diperiksa," kata Nurwahid.
Nurwahid belum berspekulasi terkait terduga pelaku dalam perkara ini. Polisi masih mengumpulkan bukti dan mendalami keterangan saksi untuk mendapatkan petunjuk.
"Kalau untuk terduga pelaku diamankan belum. Saat ini masih dalam penyelidikan hari ini akan dipercepat untuk pemeriksaan saksi-saksi," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, mayat korban ditemukan di laut Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Boalemo, Minggu (15/2) sekitar pukul 15.30 Wita. Korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Sabtu (14/2).
"Iya, penemuan mayat perempuan dalam keadaan mengapung, korban berusia 13 tahun siswa SD," ujar Nurwahid saat dikonfirmasi, Senin (16/2).
