Satgas Operasi Damai Cartenz masih memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak yang menembak pesawat Smart Air di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Para pelaku diduga melarikan diri ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, usai melakukan penyerangan yang menewaskan pilot dan kopilot.
"Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
Yusuf memastikan personel sudah disiagakan untuk menjaga Bandara Koroway Batu yang menjadi lokasi penyerangan. Bandara Koroway Batu merupakan bandara perintis yang selama ini tidak memiliki pengamanan tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pascainsiden, Satgas Damai Cartenz menerjunkan 29 personel untuk mengamankan area sekaligus menjaga pesawat yang masih berada di lokasi sambil menunggu teknisi maskapai," paparnya.
Pengamanan dilakukan secara tentatif sesuai perkembangan situasi. Penyisiran telah dilakukan dan untuk sementara belum ditemukan keberadaan kelompok bersenjata di sekitar lokasi.
"Langkah ini diambil untuk memastikan jalur transportasi udara perintis yang menjadi akses vital distribusi logistik dan mobilitas warga pedalaman dapat kembali berjalan aman," tambah Yusuf.
Diketahui, KKB menembak pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, Rabu (11/2). Pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro dilaporkan meninggal, sedangkan 13 penumpang pesawat dilaporkan selamat.
Aparat kepolisian gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan pesawat Smart Air pada Kamis (13/2). Dari hasil pemeriksaan, pesawat ditembak KKB pimpinan Elkius Kobak saat baru mendarat di Bandara Koroway Batu dan hendak melanjutkan perjalanan ke Yahukimo.
"Saat pilot melakukan start engine, sekitar kurang lebih 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api dan melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Jumat (13/2).
Para penumpang yang baru turun dari pesawat pun berlari menyelamatkan diri. Sementara pilot dan kopilot turut berlari menuju rumah warga di sekitar bandara, namun keduanya dikejar oleh para pelaku.
"Tidak lama kemudian, korban ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan, lalu dilakukan penembakan terhadap oleh para pelaku," terang Faizal.
Hasil olah TKP juga mengungkap kondisi kerusakan pesawat akibat tembakan pelaku. Aparat gabungan menemukan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi di landasan Bandara Koroway Batu.
"Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan sebanyak 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Para saksi juga mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga bahwa pelaku bukan merupakan warga setempat," jelasnya.
Faizal menambahkan, sebanyak 33 warga mengungsi di Kepi, Kabupaten Mappi, dan 6 orang lainnya berada di Distrik Senggo, Kabupaten Mappi. Akses menuju lokasi kejadian hanya dapat ditempuh melalui jalur udara dan jalur sungai menggunakan perahu kecil (katinting).
(sar/ata)











































