KKB Tembak Mati Pilot-Kopilot Smart Air, Penerbangan Bandara Korowai Disetop

Papua Selatan

KKB Tembak Mati Pilot-Kopilot Smart Air, Penerbangan Bandara Korowai Disetop

Paulus Pulo - detikSulsel
Kamis, 12 Feb 2026 12:15 WIB
Pesawat Smart Air ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot tewas.
Foto: Pesawat Smart Air ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. (dok. istimewa)
Boven Digoel -

Penerbangan di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dihentikan sementara setelah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembaki pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR. KKB juga membunuh pilot dan kopilot pesawat bernama Egon Erwan dan Baskoro.

Bandara Korowai Batu merupakan bandara perintis dan satu-satunya akses ke wilayah Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Boven Digoel. Akibat serangan KKB itu, operasional bandara untuk sementara ditutup demi keamanan.

"Untuk sementara, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan di wilayah sekitar bandara. Yusuf menyebut sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan dan dibantu oleh 12 anggota Kopasgat TNI AU.

"Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital masyarakat pedalaman," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Dia mengatakan aparat hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat.

"Korowai merupakan wilayah pedalaman yang aksesnya terbatas dan fasilitasnya sederhana, langkah cepat hari ini menjadi penanda bahwa keselamatan warga Papua tetap menjadi perhatian utama," bebernya.

Sebanyak 39 warga di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, mengungsi usai anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak mati pilot dan kopilot Smart Air di Bandara Korowai Batu.Aparat mengevakuasi jasad pilot dan kopilot Smart Air yang tewas ditembak KKB di Bandara Korowai. (dok. istimewa)

Jenazah Pilot-Kopilot Dievakuasi ke Mimika

Pesawat itu terbang dari Tanah Merah tujuan Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, Rabu (11/2). Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana mengatakan pesawat itu mengangkut 13 penumpang termasuk pilot dan kopilot.

"Awalnya kami terima informasi kejadianya jam 11.00 WIT, saya belum konfirmasi kapan kejadianya (kejadian pastinya), tapi kami terima di Polres itu jam 11.00 WIT. Lalu kita terima informasi pilot dan kopilot meninggal dunia ini pukul 13.17 WIT," jelas Wisnu kepada detikcom, Rabu (11/2).

Aparat gabungan baru mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot dari Bandara Korowai Batu pada Kamis (12/2) sekitar pukul 07.00 WIT. Jenazah kedua korban kini berada di RSUD Mimika untuk proses identifikasi dan autopsi.

"Pagi ini kedua korban sudah dievakuasi dari Bandara Korowai ke RSUD Mimika. Sekarang jenazah di RSUD Mimika," kata Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, Kamis (12/2).

Yusuf juga mengungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB pimpinan Elkius Kobak. Aparat keamanan kini memburu pelaku penembakan dengan menyisir wilayah di sekitar bandara.

"Aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak," terangnya.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads