Pria berinisial FZ (23) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas dikeroyok setelah mendatangi rumah mertuanya untuk menanyakan keberadaan istrinya. Polisi telah menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan.
"Iya korban meninggal dunia akibat luka serius," ujar Kasatreskrim Polres Buteng AKP Busrol Kamal kepada detikcom, Kamis (8/1/2026).
Pengeroyokan itu terjadi di Kelurahan Bombonawulu, Kecamatan Gu, Selasa (6/1) sekitar pukul 02.00 Wita. Korban dikeroyok sejumlah orang setelah keluar dari rumah mertuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya korban ini datang mencari istrinya di rumah mertuanya. Tapi istrinya tidak ada," kata Busrol.
Dia menuturkan korban diteriaki sejumlah orang setelah berjalan sejauh sekitar 200 meter dari rumah mertuanya. Korban yang tak terima lalu mendatangi sekelompok pemuda itu.
"Sekitar 200 meter dari rumah mertuanya, korban dicaci maki oleh orang tidak dikenal. Korban berhenti dan langsung menanyakan alasan para pelaku. Tapi korban langsung dikeroyok," bebernya.
Korban berhasil menyelamatkan diri dari pengeroyokan itu dibantu salah seorang warga. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.
"Korban mengalami luka di kaki, badan bagian kiri dan luka di kepala dengan 10 jahitan. Nyawa korban tak tertolong saat di rumah sakit," ungkap Busrol.
Polisi yang menerima laporan pengeroyokan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi lalu mengamankan tiga orang pelaku masing-masing berinisial AL, RJ, dan AW.
"Tiga pelaku sudah kami amankan kurang dari 20 jam setelah kejadian. Dan ketiganya masih diperiksa untuk mendalami motif," pungkasnya.
(hsr/sar)











































