Pemuda Kena Tembak Saat Ricuh Pemindahan Tapol NRFPB, Keluarga Lapor Polisi

Pemuda Kena Tembak Saat Ricuh Pemindahan Tapol NRFPB, Keluarga Lapor Polisi

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 29 Agu 2025 11:00 WIB
Massa simpatisan anggota NRFPB terdakwa kasus makar mengamuk hingga berujung ricuh di Kota Sorong.
Foto: Massa simpatisan anggota NRFPB terdakwa kasus makar mengamuk hingga berujung ricuh di Kota Sorong. (Paulus Pulo/detikcom)
Sorong -

Pemuda bernama Maikel Welerubun (22) terkena tembakan saat simpatisan Negara Republik Federasi Papua Barat (NRFPB) menolak pemindahan 4 tahanan politik (tapol) kasus makar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang berujung ricuh. Keluarga korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polresta Sorong Kota.

"Kami telah datang ke Polresta Sorong Kota guna membuat laporan polisi terkait kasus ini. Kami buat laporan terkait penembakan karena kondisi korban alami luka cukup serius, tapi sudah dilakukan operasi kemarin," kata keluarga korban, Jenis Ohoiner kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Jenis mengungkap ada peluru tajam di tubuh korban setelah operasi di Rumah Sakit Sele Be Solu. Dia berharap polisi bisa mengungkap pelaku penembakan terhadap Maikel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita minta polisi bisa ungkap misteri dan pemilik peluru tajam di tubuh Maikel. Kita mau agar seluruh pihak (TNI-Polri) tidak lebih dulu melakukan pembelaan lebih awal, harus uji balistik peluru lebih dulu," katanya.

Sementara mertua korban, Kristian Tiba menambahkan bahwa Maikel saat itu hendak ngojek. Meski ada demo di Jalan Jenderal Sudirman, Maikel tetap keluar untuk melihat langsung kondisi di jalan.

ADVERTISEMENT

"Jadi waktu itu Maikel ini mau ngojek buat cari uang susu anaknya. Tapi mertua bilang ada demo di Jalan Jenderal Sudirman. Maikel berinisiatif ke depan Jalan dengan tujuan memastikan kondisi di jalan utama," katanya.

Kristian menyebut Maikel meninggalkan rumah sejak pagi dengan tujuan kantor Distrik Sorong Manoi. Namun tak berselang lama dia mendapat kabar menantunya itu terkena tembakan.

"Sementara massa ribut di Kantor Kejaksaan. Kita tidak tahu korban tertembak padahal sedang naik cek kondisi jalan, malah dia tertembak padahal tujuannya bukan demo," bebernya.

Menurutnya, korban salah sasaran, sebab menantunya itu bukan bagian dari massa. Sementara dari hasil pemeriksaan dan operasi luka tembakan cukup parah di tangan, serta ada serpihan masuk di tubuh.

"Hasil rontgen tubuh terdapat organ yang rusak yakni saraf lengan kiri, usus, limpa, hingga paru-paru, akibat terkena peluru tajam. Saya berharap persoalan ini bisa diungkap agar pelaku yang melakukan penembakan bisa menjalani proses hukum di negara Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan terjadi di beberapa titik di Sorong pada Rabu (27/8). Massa simpatisan menolak 4 anggota NRFPB, tersangka kasus makar, untuk dipindahkan dan menjalani sidang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Adapun empat tahanan politik tersangka kasus makar masing-masing berinisial AGG, PR, MS, dan NM. Keempatnya diberangkatkan ke Makassar melalui Bandara Enuard Osok Sorong.




(hsr/sar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads