Pesan Kompolnas Agar Polisi Koboi Ancam Pistol ke Santri di Gowa Dipidana

Berita Nasional

Pesan Kompolnas Agar Polisi Koboi Ancam Pistol ke Santri di Gowa Dipidana

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 29 Nov 2022 09:00 WIB
Oknum Polisi Brigadir A mengamuk dan mengancam santri Polpes Alzuhri, Kabupaten Gowa dengan senjata api.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Kompolnas turut angkat bicara terkait ulah oknum Polrestabes Makassar Brigadir A yang mengamuk dan mengancam santri dengan pistol di pondok pesantren (ponpes) Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kompolnas berpesan agar aksi koboi Brigadir A itu diproses pidana karena termasuk kategori pelanggaran berat kode etik profesi Polri.

"Tindakan pelaku masuk kategori pelanggaran berat kode etik profesi Polri," kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, dikutip dari detikNews, Senin (28/11).

Dia pun mendesak agar Polri melakukan pengecekan Surat Izin Membawa dan Menggunakan Senjata Api (SIMSA) anggota Polri. Dia menilai Brigadir A tidak layak memegang senjata api.


"Kuat dugaan bahwa pelaku secara emosional tidak layak menggunakan senjata api. Kompolnas mendorong laporan pidana yang dilimpahkan ke Polrestabes Makassar dapat diproses secara profesional berdasarkan scientific crime investigation," paparnya.

Dalam pernyataannya, Poengky juga meminta agar surat SIMSA seluruh anggota Polri dicek kembali. Menurutnya, kebijakan itu perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya kejadian serupa.

"Kompolnas mendorong pengecekan surat izin membawa dan menggunakan senjata api (SIMSA) seluruh anggota," tuturnya.

Dia pun menegaskan pemeriksaan dilakukan dengan lebih teliti jika ternyata ada surat SIMSA yang telah habis masanya. Menurutnya, anggota Polri yang memegang senjata harus melalui sejumlah seleksi yang ketat.

"Jika sudah kadaluwarsa maka yang bersangkutan harus mengikuti serta harus lulus dari serangkaian tes, termasuk tes kemampuan menembak, tes psikologi dan tes bebas narkoba, untuk mendapatkan kembali SIMSA," urai Poengki.

Duduk Perkara Aksi Koboi Brigadir A

Aksi Brigadir A sebelumnya menuai sorotan usai mengancam santri dengan senjata api di Ponpes Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri pada Rabu malam (23/11) lalu. Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh mengatakan, Brigadir A merupakan seorang anggota Polrestabes Makassar.

Brigadir A diduga tersulut emosi karena menduga rumahnya telah dilempar sehingga ia menodong pistol kepada santri.

"Tersulut emosi kemudian tidak terkontrol akhirnya terjadi. Namanya juga mungkin sisi kemanusiaan mungkin kadang orang bisa mengontrol emosinya kadang tidak," kata AKP Hasan kepada detikSulsel, Minggu (27/11).

Hasan mengatakan, kasus Brigadir A sebelumnya telah ditangani oleh Propam Polres Gowa. Namun, kasus Brigadir A itu saat ini ditangani oleh Propam Polrestabes Makassar.

"Mengingat personel yang dimaksud bertugas di Polrestabes Makassar sehingga diambil alih oleh Propam Polrestabes untuk penegakan hukum untuk personelnya," imbuhnya.



Simak Video "Material Longsor di Jalan Poros Malino Sulsel Mulai Dibersihkan"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/ata)