Tragis Kondisi Jenazah Yosua saat Jaksa Tampilkan Fotonya di Sidang Bharada E

Berita Nasional

Tragis Kondisi Jenazah Yosua saat Jaksa Tampilkan Fotonya di Sidang Bharada E

Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 26 Okt 2022 06:15 WIB
Foto Jenazah Brigadir Yosua Ditampilkan
Foto: Foto Jenazah Brigadir Yosua Ditampilkan (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Tragis kondisi jenazah Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang ditampilkan lewat foto dalam sidang pembunuhan berencana Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer alias Bharada E. Sejumlah luka di tubuh Yosua terlihat saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menampilkannya.

Pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak pun menjelaskan terkait kondisi luka Brigadir J usai diminta majelis hakim. Kamaruddin mengawali keterangannya dengan luka tembak di bagian hidung Yosua.

"Ada luka tembak nembus ke hidung, luka tembak dilem agar tidak terlihat luka tembak," kata Kamarudin saat bersaksi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), dilansir dari detikNews, Selasa (25/10/2022).


Tampak lewat foto tersebut kondisi Yosua terkapar bersimbah darah. Di sejumlah tubuhnya terdapat luka, bahkan kakinya yang bengkok.

"Kepala diduga ada retak 6, kemudian ditemukan ada sayatan-sayatan di bawah mata dan alis mata kanan," tambahnya.

Kamaruddin menjelaskan, sejumlah bagian tubuh Yosua lain yang terkena tembak. Ada luka tembak yang tembus dari rahang ke bibir bawah.

"Ditemukan lagi ada luka tembak tembus dari rahang ke bibir bawah, ada rahang sudah geser bahkan gigi copot. Telinga bengkak, bahu kanan luka menganga, itu dicatat semua," jelas Kamaruddin.

Untuk diketahui, sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Bharada E menghadirkan 12 saksi dari pihak Yosua. Saksi tersebut mulai dari keluarga, pengacara, hingga kekasih Brigadir J.

Adapun identitas 12 saksi itu, di antaranya Kamaruddin Simanjuntak, Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak, Mahareza Rizky, Yuni Artika Hutabarat, Devianita Hutabarat, Novitasari Nadea, Rohani Simanjuntak, Sangga Parulian, Roslin Emika Simanjuntak, Indrawanto Pasaribu, dan Vera Mareta Simanjuntak.

Dalam kasus ini, Richard Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Richard Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.