Ferdy Sambo dkk Jalani Sidang Perdana Besok, Pengunjung Dibatasi

Berita Nasional

Ferdy Sambo dkk Jalani Sidang Perdana Besok, Pengunjung Dibatasi

Tim detikNews - detikSulsel
Minggu, 16 Okt 2022 16:11 WIB
Jadwal Sidang Ferdy Sambo dkk Sudah Keluar, Catat Tanggalnya!
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan menggelar sidang perdana kasus pembunuhan Brigadir Yosua Nopriansyah Hutabarat (Brigadir J) dengan terdakwa Ferdy Sambo dkk besok. Sidang akan digelar dengan jumlah pengunjung terbatas.

"Tidak ada persiapan dan pengamanan khusus, karena perkara sudah di pengadilan, tentu yang mempunyai kewenangan untuk pengamanan sesuai dengan SOP yang berlaku di Pengadilan, untuk Jaksa Penuntut Umum kita siapkan pengamanan tertutup," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya seperti dilansir dari detikNews, Minggu (16/10/2022).

Ketut menegaskan jaksa yang menangani kasus Sambo dkk merupakan jaksa yang memiliki pengalaman dan dedikasi dalam penanganan perkara. Persidangan Sambo dkk dapat diawasi oleh masyarakat dari awal hingga selesai.

"Masyarakat dan media serta semua kalangan dapat mengawasi dan mengawal perkara ini sampai akhir, semoga sesuai dengan rasa keadilan masyarakat," katanya.



Ketut mengatakan untuk tuntutan maksimal terhadap terdakwa akan berdasarkan pada fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan nantinya.

"Mengenai tuntutan maksimal, tentu semua tergantung dari fakta-fakta hukum yang terungkap di pengadilan, tugas jaksa penuntut umum di sini mewakili negara, pemerintah, masyarakat, dan korban tentu saja akan profesional dalam menangani perkara tersebut," ujarnya.

Persidangan Live

PN Jaksel akan mengatur pengunjung dalam sidang Sambo dkk lantaran kapasitas ruangan yang terbatas. PN Jaksel akan menyediakan TV pool agar publik tetap bisa menyaksikan persidangan.

"Bahwa antusiasme publik untuk memperoleh serta mengikuti informasi perkembangan persidangan perkara FS dkk akan difasilitasi oleh siaran atau liputan TV melalui TV pool, sehingga publik tidak perlu datang menghadiri langsung ke PN Jakarta Selatan," kata Pejabat Humas PN Jakarta Selatan Djuyamto kepada wartawan dilansir dari detikNews, Jumat (14/10).

Djuyamto mengatakan kapasitas ruangan sidang utama di PN Jaksel sangat terbatas, yaitu maksimal 50 orang. Atas dasar itulah pihaknya akan membatasi pengunjung sidang.

Selanjutnya, awak media yang akan meliput persidangan kasus Ferdy Sambo dkk akan diperkenankan mengambil gambar sebelum sidang dimulai. Saat sidang berlangsung, awak media hanya bisa menyaksikan melalui TV pool yang disediakan di wilayah PN Jaksel.



Komisi Yudisial Pasang Kamera Pengawas

Komisi Yudisial (KY) akan memantau sidang Ferdy Sambo dkk dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Komisi Yudisial akan memasang kamera saat persidangan berlangsung.

"(Kamera) itu salah satu strategi pemantauan. Jadi tidak hanya personel TAMPAK dan KY saja yang mengawasi, tapi juga ada personel yang tidak tampak ikut mengawasi jalannya persidangan atau lokasi mana pun. Mata KY akan memantau perkara ini secara dekat," ujar juru bicara Komisi Yudisial Miko Ginting kepada wartawan di gedung KY seperti dilansir dari detikNews, Jumat (14/10).

Ginting mengatakan KY juga akan melakukan pemantauan lain untuk menjaga kemandirian hakim. Dia menilai persidangan kasus Sambo dkk ini perlu pengawasan terhadap hakim agar tidak melakukan pelanggaran etik.

"Pemantauan dilakukan untuk tujuan menjaga kemandirian hakim. Jadi ada dua tujuan, pertama adalah pengawasan terhadap perilaku hakim agar hakim tidak melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim. Kedua dalam konteks advokasi agar hakim menjaga kehormatannya, baik dari intimidasi maupun iming-iming," ungkapnya.

Ginting mengungkapkan KY telah membentuk tim khusus untuk memantau dan mengawasi jalannya persidangan Sambo dkk.

"Ada dua tim yang terbagi dalam satu pemantauan dan pengawasan, satu lagi pemantauan dalam per advokasi. Tim tersebut akan hadir di persidangan dari waktu ke waktu, itu yang pertama. Yang kedua, ada tim yang bertugas memonitor secara tidak tampak. Itu untuk mengumpulkan informasi, keterangan, memantau secara dekat dan melihat perilaku perilaku hakim," ucapnya.




Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Jadi Otak di Balik Pembunuhan Brigadir Yosua"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)