Pengacara Ungkap Rekening Istri Lukas Enembe Diblokir usai Mangkir dari KPK

Papua

Pengacara Ungkap Rekening Istri Lukas Enembe Diblokir usai Mangkir dari KPK

Andi Nur Isman - detikSulsel
Kamis, 06 Okt 2022 04:22 WIB
Tim kuasa hukum dan advokasi Gubernur Papua Lukas Enembe.
Foto: Tim kuasa hukum dan advokasi Gubernur Papua Lukas Enembe. (Andi Nur Isman/detikSulsel)
Jayapura -

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona mengungkap rekening istri Lukas, Yulce Wenda diblokir usai mangkir dari panggilan KPK. Istri Lukas Enembe sebelumnya dipanggil sebagai saksi bersama anaknya Astract Bona Timoramo Enembe.

"Status mereka sebagai saksi tapi sudah ada upaya paksa. Ibu Gubernur mengatakan rekeningnya juga diblokir," ungkap Petrus kepada wartawan di Jayapura, Papua, Rabu malam (5/10/2022).

Petrus mengatakan, pemblokiran rekening semestinya hanya bisa dilakukan kepada seseorang yang berstatus tersangka. Namun dalam hal ini, dia menilai KPK sudah melebar ke mana-mana.


"Ini sudah melebar ke mana-mana. Jadi mungkin itu kemarahan atau sikap yang tidak mau memberi keterangan. Jadi Ibu gubernur memberikan hak tidak memberikan keterangan. Apalagi dia tidak tahu menahu mengenai peristiwa dalam panggilan itu yang mengenai transfer Rp 1 miliar," terang Petrus.

Namun demikian, Petrus mengaku tidak mengetahui persis rekening apa saja yang diblokir. Dia menyebut itu sudah masuk dalam wilayah privasi Yulce Wenda.

"Beliau hanya menyatakan mau melakukan transaksi tapi tidak bisa dan dari pihak bank menyatakan diblokir. Saya tidak tanya detail di bank mana, karena itu kan menyangkut privasi. Saya tidak mau terlalu jauh ke dalam," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Pemprov Papua. Ketidakhadirannya itu dianggap sebagai hak untuk menolak memberikan keterangan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Kuasa Hukum Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona kepada wartawan di Jayapura, Papua, Rabu malam (5/10). Petrus menjelaskan mengenai dasar hukum untuk menolak panggilan KPK tersebut.

"Dapat panggilan dari KPK hari ini sebagai saksi dan juga putranya yaitu Bona. Beliau (istri Lukas Enembe, Yulce Wenda) bertanya apakah selaku istri atau anak boleh diperiksa. Kami secara normatif menjelaskan hak-hak hukumnya," kata Petrus.

Petrus mengungkapkan bahwa istri dan anak Lukas Enembe, Astract Bona Timoramo Enembe menggunakan Pasal 168 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Pasal 35 Undang-undang Tipikor. Keduanya disebut masuk dalam kategori yang tidak dapat didengarkan keterangannya.

"Bahwa orang yang mempunyai hubungan perkawinan, suami, istri, anak, atau terikat pekerjaan selaku atasan bawahan mempunyai hak menolak pemeriksaan untuk didengar keterangan sebagai saksi," terangya.

"Setelah beliau berkonsultasi demikian, maka ibu dan putranya menyatakan akan menggunakan hak itu, yaitu tidak akan memberikan keterangan. Apalagi dalam surat panggilannya disebutkan berkaitan dengan transfer uang Rp 1 miliar," tandasnya.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)