Istri-Anak Lukas Enembe Mangkir Jadi Saksi di KPK, Pengacara: Punya Hak Tolak

Papua

Istri-Anak Lukas Enembe Mangkir Jadi Saksi di KPK, Pengacara: Punya Hak Tolak

Andi Nur Isman - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 22:55 WIB
Tim kuasa hukum dan advokasi Gubernur Papua Lukas Enembe.
Foto: Tim kuasa hukum dan advokasi Gubernur Papua Lukas Enembe. (Andi Nur Isman/detikSulsel)
Jayapura -

Istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. Ketidakhadirannya itu disebut merupakan hak untuk menolak memberikan keterangan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Kuasa Hukum Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona kepada wartawan di Jayapura, Papua, Rabu malam (5/10/2022). Petrus menjelaskan mengenai dasar hukum untuk menolak panggilan KPK tersebut.

"Dapat panggilan dari KPK hari ini sebagai saksi dan juga putranya yaitu Bona. Beliau (istri Lukas Enembe, Yulce Wenda) bertanya apakah selaku istri atau anak boleh diperiksa. Kami secara normatif menjelaskan hak-hak hukumnya," kata Petrus.


Petrus mengungkapkan bahwa istri dan anak Lukas Enembe, Astract Bona Timoramo Enembe menggunakan Pasal 168 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Pasal 35 Undang-undang Tipikor. Keduanya disebut masuk dalam kategori yang tidak dapat didengarkan keterangannya.

"Bahwa orang yang mempunyai hubungan perkawinan, suami, istri, anak, atau terikat pekerjaan selaku atasan bawahan mempunyai hak menolak pemeriksaan untuk didengar keterangan sebagai saksi," terangnya.

"Setelah beliau berkonsultasi demikian, maka ibu dan putranya menyatakan akan menggunakan hak itu, yaitu tidak akan memberikan keterangan. Apalagi dalam surat panggilannya disebutkan berkaitan dengan transfer uang Rp 1 miliar," sambungnya.

Lebih lanjut Petrus mengatakan istri dan anak Lukas Enembe tidak mengerti apa-apa terkait perkara yang menjerat Gubernur Papua tersebut. Sehingga pihaknya secara resmi akan menyampaikan surat kepada KPK.

"Nanti secara resmi kami akan menyampaikan surat ke KPK. Nanti sekembalinya kami ke Jakarta baru kami menyerahkan surat pemberitahuan," ungkap Petrus.

Sebelumnya, kuasa hukum Lukas Enembe, Alloysius Renwarin menyebut istri dan anak Lukas mendapat panggilan dari KPK. Keduanya dipanggil untuk menjadi saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua.

"Ada panggilan Ibu Gubernur (Yulce Wenda) hari Rabu dan putranya hari Rabu juga di KPK," ujar Aloysius kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu malam (1/10).

Dia menyebut surat panggilan istri dan anak Lukas Enembe sudah diterima pada Jumat (30/9) lalu. Pemanggilan itu sebagai saksi dalam kasus Lukas Enembe.

"Baru kami terima kemarin hari Jumat, sebagai saksi kasus yang sama, yang Rp 1 miliar," katanya.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)