Nasib Malang Wanita di Tarakan Ditembak Polisi Salah Sasaran saat Kejar DPO

Kalimantan Utara

Nasib Malang Wanita di Tarakan Ditembak Polisi Salah Sasaran saat Kejar DPO

Tim detikcom - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 07:00 WIB
Polda Kaltara dan Polres Tarakan menjenguk korban salah tembak.
Foto: Pihak Polda Kaltara dan Polres Tarakan menjenguk korban salah tembak. (Dok. Istimewa)
Tarakan -

Nasib malang menimpa wanita berinisial HS di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) usai menjadi korban salah tembak oknum polisi. Insiden ini terjadi saat petugas tengah mengejar pelaku daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian dan penganiayaan.

"Iya, benar ada insiden salah tembak yang dilakukan oknum polisi saat melakukan pengejaran terhadap buronan," ungkap Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia kepada detikcom, Jumat (30/9/2022).

Peristiwa salah tembak itu terjadi di Perumahan PNS, Kelurahan Juata Permai, Tarakan pada Selasa (27/9) pukul 14.00 Wita. Lokasi kejadian tepat berada di depan rumah korban.


"Atas kejadian itu salah seorang warga terkena tembakan anggota," sambungnya.

Taufik menjelaskan, awalnya oknum polisi tersebut hendak menggerebek buronan di lokasi. Pelaku saat itu tengah mengisi bensin kendaraannya, yang dilayani oleh korban yang merupakan penjual bensin eceran.

Petugas hendak mengarahkan tembakan ke buronan, namun peluru justru mengenai HS yang berada di dekat pelaku. Tembakan dari oknum polisi tersebut mengenai punggung korban hingga tembus di pinggang.

"Tembakan dari anggota itu mengenai punggung korban tembus sampai ke pinggang," beber Taufik.

Atas insiden itu, korban HS dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara buronan yang menjadi target operasi berhasil kabur.

"Iya pelaku yang saat itu akan diamankan, saat ini dalam pengejaran anggota Polres Tarakan," bebernya.

Propam Periksa Oknum Polisi Salah Tembak

Sementara oknum polisi yang belum diketahui identitasnya itu tengah diperiksa Ditpropam Polda Kaltara. Oknum polisi itu merupakan anggota polri yang bertugas di Polres Tarakan.

"Oknum kepolisian tersebut sudah diproses oleh Ditpropam Polda Kaltara," sebut Taufik.

Pihaknya memastikan oknum polisi tersebut akan ditangani sesuai ketentuan. Taufik menekankan, yang bersangkutan akan dihukum jika terbukti melakukan kesalahan prosedur.

"Untuk personel yang melakukan kesalahan, akan proses sesuai dengan ketentuan yang ada," tegasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.