1 Korban Serangan KKB di Papua Barat Alami Luka Tembak, Dievakuasi TNI

Papua

1 Korban Serangan KKB di Papua Barat Alami Luka Tembak, Dievakuasi TNI

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 13:11 WIB
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi.
Foto: Dokumen Istimewa.
Teluk Bintuni -

Satu korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat ditemukan mengalami luka tembak. Korban dievakuasi anggota TNI.

"Yang bersangkutan sedang perawatan oleh tim Pos Satuan Organik Yonif RK 136-TS," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi kepada detikcom melalui video siaran pers, Jumat (30/9/2022).

KKB menyerang 12 pekerja proyek Jalan Trans Kabupaten Teluk Bintuni-Kabupaten Maybrat pada Kamis (29/9). Korban luka tembak itu diketahui berinisial C (33).


Kombes Adam Erwindi mengatakan penyerangan itu diketahui setelah ada warga yang melaporkan kasus penembakan ke Pos Satuan Organik Yonif RK 136-TS di Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat.

"Kejadian tersebut diperoleh informasi bahwa di Pos Satgas Satuan Organik Yonif RK 136-TS Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni telah datang orang melapor tentang adanya penembakan pada masyarakat pekerja proyek jalan," kata Adam Erwindi.

"Kejadian tersebut mengakibatkan 1 orang luka tembak di lengan sebelah kanan," sambung Kombes Adam Erwindi.

Adam Erwindi mengatakan pihak TNI dan Polri telah membentuk tim gabungan untuk menindaklanjuti kejadian itu. Tim yang dipimpin oleh Kapolres dan Dandim Teluk Bintuni itu sementara turun tangan ke lokasi.

"Yang pertama mengevakuasi korban untuk menyelamatkan korban," katanya.

4 Orang Dilaporkan Tewas

Untuk diketahui, kasus ini juga terkuak setelah beredarnya sejumlah video penyerangan oleh KKB dengan klaim 4 pekerja tewas. Kombes Adam Erwindi menyampaikan insiden penyerangan seperti klaim KKB tersebut benar adanya.

Dia mengatakan hal itu diketahui setelah salah satu pekerja selamat dan dievakuasi oleh Satuan Yonif RK 136-TS di Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat.

"Terkait viralnya video yang diklaim Kelompok OPM wilayah Maybrat yang menyampaikan bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap 4 pekerja jalan Maybarat-Bintuni, dari hasil pemeriksaan Dirkrimum Polda Papua Barat dari keterangan saksi korban yang ditembak yang ditemukan rekan-rekan TNI tersebut menyampaikan bahwa dari 4 foto (korban tewas) tersebut salah satunya adalah orang tuanya," ujarnya.

"Sehingga kesimpulan awal bahwa benar 4 orang (korban tewas) tersebut merupakan rangkaian 12 karyawan yang dilakukan penyerangan oleh kelompok kelompok tersebut," sambungnya.



Simak Video "10 Orang Tewas Dibantai KKB di Nduga Papua, Ini Identitas Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/tau)