2 Laporan Dugaan Penipuan Rp 3,3 M Wanita Bos Travel Makassar Diusut Polisi

2 Laporan Dugaan Penipuan Rp 3,3 M Wanita Bos Travel Makassar Diusut Polisi

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 06:30 WIB
Foto terlapor kasus penipuan travel dipajang di iklan billboard, Makassar.
Foto: Foto wanita pemilik SLV Travel terpampang di billboard. (Isak Pasa'buan/detikSulsel)
Makassar -

Wanita pemilik SLV Travel, Selvi Ahmad Firdaus yang fotonya terpampang di iklan billboard di Kota Makassar menghadapi dua laporan sekaligus di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Laporan itu terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan Rp 3,3 miliar hingga dugaan kasus pelanggaran UU ITE.

Laporan kasus penipuan dan penggelapan terhadap Selvi diproses Ditreskrimum Polda Sulsel. Untuk laporan pelanggaran UU ITE diproses oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel.

"Penanganan penipuannya kan ada di Krimum, penanganan cyber-nya ada di Krimsus masalah terkait dengan online," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana kepada detikSulsel, Kamis (29/9/2022).


Suartana menjelaskan dugaan penipuan dan penggelapan yang ditudingkan kepada Selvi bermula dari SLB Travel miliknya tidak memberangkatkan sejumlah pelanggan yang telah melunasi paket trip ke luar negeri. Sedangkan dugaan pelanggaran UU ITE lantaran Selvi diduga melakukan pemasaran perusahaannya melalui media sosial.

"ITE-nya itu kan merupakan transaksi yang berhubungan dengan online. Berkaitan dengan pemberian yang mengajak, memotivasi untuk ikut (bergabung), itu," katanya.

Selvi Dituding Bawa Kabur Rp 3,3 Miliar

Berdasarkan dua jenis laporan tersebut Selvi dituding membawa kabur Rp 3,3 miliar dari sejumlah korban. Jumlah kerugian tersebut diungkapkan oleh Magfirah Fahrudin selaku salah satu pelapor.

"Kalau kemarin terakhir (total kerugian) Rp 3,3 miliar," ujar Magfirah Fahrudin kepada detikSulsel, Sabtu (24/9).

Magfirah menjelaskan bahwa setiap trip yang disediakan perusahaan SLV Travel diikuti oleh kelompok peserta tertentu. Sebagai contoh, kelompok Magfirah berjumlah 11 orang yang mana semuanya merupakan anggota keluarganya sendiri.

"Kalau yang total list ada 90-an. Tapi itu kan cuma perwakilan (kelompok), misalnya kayak saya tulis nama, tapi saya itu ada 11 orang," ujar Magfirah.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.