Pelajar Makassar Tewas Kecelakaan Diburu OTK, Keluarga Minta Diusut Tuntas

Pelajar Makassar Tewas Kecelakaan Diburu OTK, Keluarga Minta Diusut Tuntas

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 22:21 WIB
Wawan saat menunjukkan foto adiknya yang tewas kecelakaan karena dikejar OTK pakai busur panah di Makassar.
Kakak korban WA, Wawan menunjukkan foto mendiang adiknya yang jadi korban OTK (Foto: Isak /detikSulsel.
Makassar -

Pelajar SMA di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) inisial WA (18) tewas kecelakaan usai dikejar orang tak dikenal (OTK) yang memakai busur panah. Keluarga korban meminta agar kasus ini diusut tuntas.

"Semoga ini kasusnya bisa terungkap dengan jelas, bagaimana sebenarnya," ungkap kakak kandung WA, Wawan saat ditemui detikSulsel, Kamis (29/9/2022).

Wawan menuturkan peristiwa yang menimpa korban tersebut terjadi pada Selasa malam (27/9) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu korban baru saja menonton turnamen futsal antarsekolah di lapangan futsal PDAM Makassar bersama temannya.


Namun dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Jalan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini, korban yang dibonceng temannya RA dikejar OTK menggunakan busur panah. Rekan korban kemudian memacu kendaraan karena panik hingga hilang keseimbangan dan terjatuh.

"Sudah tadi malam (melapor) di Polsek Mamajang," ujarnya.

Menurut Wawan, korban selama ini tidak pernah bermasalah dengan orang lain. Meskipun ada informasi saat menonton futsal ada gesekan dengan suporter lainnya. Namun menurut Wawan, informasi itu belum bisa dipastikan sebab korban dikejar jauh dari lokasi tempat mereka menonton turnamen futsal.

"Pengejarannya juga bukan berawal dari lokasi, tempati turnamen futsal. Awalnya bukan di situ. Kita juga tidak bisa menduga kalau masalahnya dari situ. Kemungkinan sedang dalam perjalan terus ada yang teror, tiba-tiba ji dikejar," bebernya.

Pihak keluarga juga mendapat informasi jika ada korban lain bernama Akbar yang juga terkena busur panah. Namun Akbar tidak dirawat di rumah sakit (RS). Informasinya, luka di bagian betis Akbar tidak terlalu parah.

"Itu belum jelas pi tapi menurut informasi ada. Dipattenya (dibusur) atau tidak terlalu jelas pi. Tapi infonya ada korban namanya Akbar, dia katanya kena betisnya. Itu temannya, bersamaan itu juga salah satu korban," ucap Wawan.

Atas kejadian ini Wawan berharap polisi segera bertindak tegas mengejar pelaku dan menumpas para pelaku teror yang menggunakan busur panah dan senjata tajam lainnya.

"Ini juga kita sebagai masyarakat tentunya khawatir kalau ada kondisi seperti ini (teror di jalan). Apalagi kejadian ini bukan pertama kali, beberapa kejadian terjadi di Makassar, kayak teror begitu di perjalanan," ujarnya.

Tak hanya itu keluarga WA juga berharap ada jaminan ketenangan dan keamanan warga Makassar di saat keluar rumah, khususnya di malam hari. Sebab jika masih ada teror masyarakat akan selalu merasa was-was saat berada di luar rumah.

"Harapannya kita yah semoga kepolisian bisa kasi ketenangan bagi kita masyarakat. Bisa hilangkan kelompok atau orang-orang seperti itu (pelaku teror) biar kita juga merasa aman dalam perjalan. Meresahkan sekali apalagi kita masyarakat yang biasa keluar (rumah)," tukasnya.



Simak Video "Pelajar Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinrang Usai Dibunuh Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)