2 Eks Pegawai KPK Pengacara Sambo Diminta ungkap Amplop 'Titipan Bapak'

Berita Nasional

2 Eks Pegawai KPK Pengacara Sambo Diminta ungkap Amplop 'Titipan Bapak'

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 20:58 WIB
Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (Azhar/detikcom)
Foto: Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menanggapi keberadaan dua eks pegawai KPK Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang di tim kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo. Kamaruddin berharap Febri dan Rasamala terbuka terkait amplop titipan 'bapak' di kantor Sambo.

"Karena dia mantan KPK, dan Bu PC bersama Ferdy Sambo, konon diduga mengirimkan 'doa' (dorongan amplop) baik kepada ajudan terlibat dan LPSK dan kepala lembaga lainnya, dan dia harus tanyakan mengapa itu kliennya mengirimkan 'doa-doa' itu. Kalau dia ketahui, buka saja kalau itu melanggar hukum," kata Kamaruddin di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat seperti dikutip dari detikNews, Kamis (29/9/2022).

Kamaruddin menilai Febri dan Rasamala harus membimbing Sambo dan Putri ke jalan yang benar. Dia berharap dua mantan pegawai KPK itu dapat memberikan pemahaman kepada kliennya agar mengakui semua perbuatannya.


"Kedua, bimbinglah kliennya ke jalan yang benar, bimbing bicara yang benar. Karena kalau penasihat hukum ajari kliennya berdosa, maka dosanya ditanggung penasihat hukumnya. Jangan gara-gara honor apapun namanya itu, dipikul dosa klien. Maka yang benar selamatkan kliennya, maka uangnya akan jadi halal. Tak haram," katanya.

Objektivitas Febri dan Rasamala menurut Kamaruddin akan diuji di persidangan. Dia mengatakan jika Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ditetapkan tersangka oleh KPK maka Febri dan Rasamala telah bekerja objektif.

"Waktu akan buktikan. Kalau objektif teruji di persidangan. Sama seperti saya toh. Saya bilang pembunuhan terencana ini terbukti," katanya.

"Kalau Putri dan Ferdy Sambo masuk ke KPK dan rutan KPK. Berarti Febri sudah objektif sebagai penegak hukum. Tapi kalau Putri dan Ferdy tak ditangkap KPK, mereka percuma eks KPK, dan tak bekerja objektif. Pelaku tipikor harus dijerat secara hukum," lanjut Kamaruddin.

Pengacara keluarga Brigadir J lainnya, Martin Simanjuntak mengatakan Febri dan Rasamala merupakan pegiat antikorupsi sehingga keduanya harus berani mengungkap dugaan upaya suap Ferdy Sambo.

"Yang bersangkutan pegiat antikorupsi, jalani idealisme dia dengan usut tuntas itu dugaan suap itu. Dugaan suap kepada tersangka dan antarlembaga. Berani nggak mereka? Apakah masih punya idealisme sebagai pegiat antikorupsi atau tidak. Kalau tidak, ya kalian sendiri yang nilai," katanya.

"Jadi laporan gratifikasi itu sudah dilaporkan ke KPK oleh TAMPAK. Jadi nggak ada alasan kedua advokat eks KPK ini meragukan kualitas tindak pidana ini," sambungnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan suap Sambo mencuat usai dua amplop berwarna cokelat diberikan staf Irjen Ferdy Sambo kepada staf LPSK saat berada di Kantor Kadiv Propam Mabes Polri pada 13 Juli lalu. Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) pun melaporkan hal tersebut sebagai dugaan suap Sambo kepada LPSK.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)