KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif Hadiri Panggilan Kedua di Kasus Gratifikasi

Papua

KPK Minta Lukas Enembe Kooperatif Hadiri Panggilan Kedua di Kasus Gratifikasi

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 15:55 WIB
Profil Lukas Enembe, Kini Dicegah ke LN Usai Jadi Tersangka
Foto: Lukas Enembe (Wilpret-detik)
Jakarta -

KPK memastikan kembali melayangkan surat panggilan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. KPK berpesan agar Lukas Enembe bersikap kooperatif.

"Sejauh ini kami akan segera kirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan seperti dilansir dari detikNews, Kamis (29/9/2022).

Namun, Ali belum membeberkan kapan surat pemanggilan kedua itu dilayangkan ke pihak Lukas Enembe. Begitu juga dengan jadwal pemanggilan untuk Lukas Enembe.


"Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut," jelasnya.

Ali mengimbau kepada Lukas Enembe untuk dapat memenuhi panggilan keduanya sebagai tersangka. Dia berharap Lukas Enembe bersikap kooperatif.

"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," tegas Ali.

Diketahui, Lukas Enembe pertama kali dipanggil pada tanggal 12 September 2022. Saat itu, penyidik KPK masih memanggil Lukas Enembe sebagai saksi di tahap penyelidikan dugaan kasus suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua.

Dalam pemanggilan di Polda Papua tersebut Lukas Enembe mengkonfirmasi ketidakhadirannya. Dia mengutus penasehat hukumnya untuk menjelaskan ketidakhadirannya.

Kemudian, pada Senin 26 September 2022 KPK menetapkan perkara Lukas Enembe ke tahap penyidikan. KPK melayangkan surat panggilan pertama sebagai tersangka kepada Lukas Enembe.

Akan tetapi, panggilan pertama Lukas Enembe jadi tersangka itu juga tidak dihadiri olehnya. Lukas kembali datang mengirimkan tim kuasa hukumnya untuk memberikan alasan kesehatan.

KPK Ingin Periksa Kesehatan Lukas

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri merespons permohonan Lukas Enembe yang ingin berobat ke Singapura. Ali mengatakan Lukas Enembe harus diperiksa terlebih dahulu oleh tim dokter KPK.

"Terkait permohonan berobat ke Singapura, tentu silahkan tersangka hadir dulu di Jakarta," ucap Ali.

Ali mengatakan pihaknya akan menghadirkan tim dokter yang independen dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) guna melakukan assesment yang objektif. Dokter pribadi Lukas Enembe diperbolehkan mengikuti asesmen nantinya.

"Untuk objektifitas kami lakukan assesment langsung oleh tim dokter independen dari PB IDI. Bila dokter pribadi tersangka ikut dalam tim juga kami persilakan," tutupnya.



Simak Video "Geger Lukas Enembe Main Judi di Kasino, Kuasa Hukum: Di Luar Sana Legal"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)