Bentrok Warga Antardesa di Tolikara, 7 Orang Luka-luka Kena Panah

Papua

Bentrok Warga Antardesa di Tolikara, 7 Orang Luka-luka Kena Panah

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Senin, 26 Sep 2022 17:08 WIB
Ilustrasi garis polisi dilarang melintas
Foto: Ari Saputra
Tolikara -

Bentrokan antarwarga Desa Kogome dan Desa Kimibur pecah di Kabupaten Tolikara, Papua. Insiden itu menyebabkan tujuh orang luka-luka terkena panah.

"Ada yang terluka dari pihak Desa Kogome ada 4 orang terluka, sedangkan Kimibur 3 orang," ujar Kapolres Tolikara AKBP Dicky Hermansyah Saragih saat dihubungi detikcom, Senin (26/9/2022).

Dicky menjelaskan secara umum bahwa bentrokan berawal dari adanya salah satu warga yang menemukan anjing peliharaannya dipanah pada Sabtu (24/9) malam. Pemilik anjing itu lantas menemukan pelaku hingga terjadi keributan.

"Awalnya ada seorang masyarakat yang masalah anjing dipanah. Lalu dicarilah oleh pemilik anjing. Jadi yang panah ini (ditemukan) terjadilah keributan dan berkembang minta bantuan ke keluarganya, terjadilah bentrokan," katanya.


Dicky mengatakan pihaknya telah berupaya mendamaikan kedua belah pihak pada Minggu (25/9) dini hari. Namun belakangan warga dari Desa Kogome kembali terpancing emosi.

"Ternyata sekitar jam setengah 2 Minggu siang menjelang sore dari kelompok Kogome ini ada berkumpul dalam rangka adat tapi ternyata mungkin tidak terkendali langsung mengadakan penyerangan," katanya.

Akibatnya bentrokan kembali pecah. Saat itulah bentrokan menyebabkan tujuh orang luka-luka karena terkena panah.

"Ada yang terluka kena panah, ada yang di paha, kaki, dada sama perut," tutur AKBP Dicky.

Menurut Dicky, pihaknya hingga petang hari ini masih terus melakukan penjagaan ketat di perbatasan dua desa untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Sementara para korban telah dibawa ke RS Wamena dan sedang dalam masa pemulihan.



Simak Video "Penampakan Gedung PCYH, Wadah Kreativitas Anak Muda Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)