Papua

Tanda Tanya Asal Muasal 113 Amunisi yang Dijual Ketua KNPB Mimika untuk KKB

Tim detikcom - detikSulsel
Minggu, 25 Sep 2022 06:00 WIB
Ketua KNPB Mimika inisial YA dan dua anggota KKB inisial BK dan MN saat digelandang petugas.
Foto: Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok amunisi ke KKB. (Dokumen Istimewa)
Mimika -

Tim Penegakan Hukum Satgas Damai Cartenz menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika berinisial YA yang memasok 113 amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun asal muasal amunisi yang dijual oleh YA tak terungkap alias masih tanda tanya.

Tim Damai Cartenz awalnya mendapatkan informasi soal rencana transaksi Senmu oleh Jaringan Senmu KKB Intan Jaya di Mimika pada Kamis (22/9). Tim pun langsung melakukan penyelidikan dan menangkap seorang anggota KKB inisial MN.

"Setelah berhasil kita amankan kita lakukan penggeledahan di rumah tersangka dan menemukan sejumlah barang bukti," ujar Kasatgas Humas Opss Damai Cartenz Kombes Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan di Mimika, Sabtu (24/9).


Barang bukti yang dimaksud adalah 113 amunisi dengan rincian 95 butir amunisi tajam berwarna kuning bergaris hijau kaliber 5.56. Kemudian ada juga 18 butir amunisi karet berwarna kuning bertuliskan pin 7.62 TK.

Setelah MN, petugas melakukan pengembangan dan kembali mengamankan 2 tersangka lainnya pada Jumat (23/9). Keduanya adalah BK dan YA yang merupakan ketua KNPB Wilayah Mimika.

"Untuk kedua tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda di mana untuk tersangka BK diamankan di SP 5 Depan Kantor Bupati lama dan YA diamankan di kediamannya di Kebun Sirih," jelasnya.

Peran Ketua KNPB Mimika dan 2 Anggota KKB

Petugas mengungkap peran masing-masing dari ketiga pelaku berbeda-beda. Ada yang bertindak sebagai penjual amunisi dan adapula yang melakukan pembelian.

Kombes Kamal mengatakan pelaku MN dalam kasus ini bertugas sebagai pencari dan pembeli amunisi. Sedangkan BK berperan sebagai pembeli dan pemilik dana.

Sementara YA adalah sosok yang berperan sebagai penjual amunisi. Kamal menyebut YA telah mengakui hal tersebut di hadapan penyidik.

"Namun YA belum mau terbuka perihal sumber amunisi diperolehnya dari siapa," katanya.

Kamal menjelaskan bahwa MN menjual 19 butir amunisi dengan harga Rp 200 ribu per butir. Kemudian peran BK sebagai pembeli memberikan dana total pembelian sebanyak Rp 19 juta.

Dia juga mengungkapkan bahwa amunisi tersebut sedianya akan diberikan kepada Undius Kogoya yang merupakan Pimpinan KKB Intan Jaya.

"Dan MN memberikan total amunisi sebanyak 118 butir, sisa 18 butirnya amunisi karet sebagai bonus dari MN," lanjut Kombes Kamal.



Simak Video "10 Orang Tewas Dibantai KKB di Nduga Papua, Ini Identitas Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)