Pria Bunuh Ibu Kandung Secara Sadis di Tarakan Geram Tak Diizinkan Menikah

Kalimantan Utara

Pria Bunuh Ibu Kandung Secara Sadis di Tarakan Geram Tak Diizinkan Menikah

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Selasa, 13 Sep 2022 14:30 WIB
Ilustrasi Pembunuhan
Foto: Edi Wahyono
Tarakan -

Polisi mengungkap motif pria di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) tega membunuh ibu kandungnya. Pelaku kesal karena permintaannya untuk menikah tidak digubris oleh korban.

"Motif tersangka lantaran sakit hati dan emosi karena keinginan untuk menikah ditolak korban," kata Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu M. Aldi K. Arisawan kepada detikcom, Selasa (13/9/2022).

Aldi mengatakan bahwa pelaku dan korban yakni MS (33) dan HF (53) pada awalnya berbincang di rumah mereka di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Tarakan, Sabtu (10/9) sore. MS menyampaikan hasratnya untuk segera menikah.


"Pada saat itu tersangka MS menceritakan kepada korban bahwa dirinya ingin menikah dan buka usaha kemudian korban menjawab 'kau mau nikah sama siapa?, kau ada pacar kah?'," ujar Iptu Aldi mengulas percakapan pelaku dan korban.

Pelaku MS lantas menanggapi pertanyaan ibunya bahwa dia tidak memiliki pacar. Oleh sebab itulah dia meminta kepada ibunya agar dicarikan sanak saudara yang bisa dia peristri.

Namun permintaan itu ditolak oleh korban karena merasa tidak memiliki modal untuk membiayai pernikahan pelaku. Menurut Aldi, ucapan korban ini ditanggapi tidak baik oleh pelaku.

"Pelaku setelah itu masuk ke kamar korban dan menguncinya. Saat itu pelaku sempat menanyakan kembali keinginannya, tapi tidak digubris (oleh korban) dan terjadi penganiayaan menggunakan pisau," terangnya.

Saat di dalam kamar, MS menusuk ibu kandungnya sendiri sebanyak 10 kali. Tikaman bertubi-tubi itu seketika membuat korban tewas.

"Habis menikam korban, pelaku kemudian bersembunyi di dalam kamar, dan tidak lama kemudian pelaku diamankan warga dan diserahkan ke kantor polisi," ujarnya.

Korban Menderita 10 Luka

Tikaman bertubi-tubi itu membuat korban tergeletak seketika di kamarnya. Korban menderita perlukaan fatal pada sejumlah bagian vital.

"Perkenaan tusukan pada bagian perut depan sebelah kiri 4 luka tusukan, bagian dada sebelah kiri 1 luka tusukan, bagian lengan sebelah kiri 2 luka tusukan," kata Aldi.

"(Kemudian) bagian punggung belakang 2 luka tusukan, pinggang belakang 1 luka tusukan hingga mengakibatkan korban tergeletak di lantai saat masih menggunakan handuk," kata Iptu Aldi.

Aldi mengatakan pelaku ditangkap tak lama setelah membunuh ibunya. Pasalnya sejumlah warga sekitar sempat mendengar teriakan korban.

"Habis mengiyakan korban, pelaku kemudian bersembunyi di dalam kamar, dan tidak lama kemudian pelaku diamankan warga dan diserahkan ke kantor polisi," ujarnya.



Simak Video "Berkunjung ke Tambak Tempat Budidaya Kepiting Soka, Tarakan"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)