Polisi Bakal Olah TKP Wanita di Sulut Tewas Usai Jatuh di Kamar Mandi

Sulawesi Utara

Polisi Bakal Olah TKP Wanita di Sulut Tewas Usai Jatuh di Kamar Mandi

Trisno Mais - detikSulsel
Selasa, 30 Agu 2022 17:23 WIB
Eben Ratela saat diwawancarai di rumah.
Foto: Eben Ratela saat diwawancarai di rumah. (Trisno Mais/detikcom)
Minahasa Utara -

Polisi masih menyelidiki kasus Shirley Najoan (60), wanita yang ditemukan meninggal usai terjatuh di kamar mandi rumahnya di Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut). Polisi akan melakukan olah TKP lanjutan dalam waktu dekat.

"(Hasil olah TKP?) kemarin belum ada yang signifikan, tetapi beberapa hari ke depan akan dilakukan olah TKP, itu diperintahkan oleh Kasubdit Direktorat," ujar Kasat Reskrim Polres Minut AKP Yulianus Samberi saat dimintai konfirmasi detikcom, Selada (30/8/2022).

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat korban Shirley dievakuasi oleh suaminya inisial FT ke rumah sakit setelah diduga jatuh di kamar mandi rumahnya di Desa Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawatsekitar pukul 17.30 Wita pada Kamis (9/6). Namun korban Shirley meninggal dunia saat dirawat di rumah sakir pada Selasa (14/6).


Belakangan pihak keluarga mencurigai Shirley sebagai korban pembunuhan. Pasalnya ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau bekas kekerasan di tubuh korban, seperti luka sayatan mirip bekas cambukan hingga adanya luka lebam.

Menanggapi hal tersebut, AKP Yulianus mengatakan pihak kepolisian sudah menaikkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan. Namun hingga kini belum ada penetapan tersangka karena pihak penyidik masih kekurangan alat bukti.

"Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka, makanya dari kepolisian masih menambah terkait alat bukti, keterangan-keterangan sesuai dengan KHUP pasal 184 untuk penetapan tersangka. Apabila itu sudah rampung nanti kita gelarkan di Polda karena kasus sudah sidik," jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Yulianus, olah TKP lanjutan juga nantinya akan menentukan apakah cukup bukti adanya penganiayaan atau tidak. Dia juga penyinggung pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait dalam penyidikan kasus ini.

"Nanti kita lihat, apa lagi yang akan dikumpulkan di TKP. Kalau misalnya ada keterangan atau alat bukti baru nanti kita sinkronkan," ujarnya.

"Dilaksanakan join investigasi, terkait tindak pidana ini dilaksanakan investigasi secara bersama sama," kata dia.

Kronologi Awal

Seorang anak korban yang bernama Eben Ratela (39) juga sempat angkat bicara terkait dugaan penganiayaan ibunya. Dia menilai penanganan kasus ini lamban.

Eben kemudian menceritakan kronologi awal yang ia terima dari ayahnya yakni FT. Berdasarkan cerita dari ayahnya, korban dikabarkan jatuh di kamar mandi rumahnya. FT kemudian meminta tolong ke warga setempat untuk mengangkat dan membawa korban ke rumah sakit (RS) Sentra Medika, Minut.

Semenjak itu korban dirawat di RS selama 4 hari, korban lantas dilaporkan meninggal dunia pada Selasa 14 Juni pukul 19.02 Wita. Dugaan korban dibunuh kemudian mencuat setelah keluarga menemukan jenazah korban hendak mau diberi formalin.

Keluarga mengaku menemukan sejumlah luka lebam dan sayatan di tubuh korban. Keluarga yang curiga, lalu melapor ke polisi atas kasus dugaan penganiayaan hingga mengajukan permohonan ke polisi untuk diautopsi.

"Sebelum sempat dimandikan saat hendak mau diformalin, terdapat luka lebam di punggung, luka sayat seperti dicambuk, sampai di paha dan tangan," ujarnya.



Simak Video "Bayi di Sulut Tewas Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)