Jenderal Polisi Gadungan di Kaltim Gasak Duit Warga Rp 87 Juta Ditangkap

Kalimantan Timur

Jenderal Polisi Gadungan di Kaltim Gasak Duit Warga Rp 87 Juta Ditangkap

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Sabtu, 27 Agu 2022 22:46 WIB
Tampang Jenderal polisi gadungan di Penajam Paser Utara.
Foto: Dokumen Istimewa.
Penajam Paser Utara -

Polisi gadungan inisial MJ (42) mengaku berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) ditangkap. Pelaku diciduk usai menipu warga senilai Rp 87 juta dengan modus pengurusan sertifikat tanah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Iya pelaku sudah kita amankan," ujar Kapolsek Penajam AKP Purwo Asmadi kepada detikcom, Sabtu (27/8/2022).

Menurut Purwo, pelaku juga mengaku sebagai seorang jenderal yang dikirim langsung dari Mabes Polri. Modus tersebut membuat korban percaya kepada pelaku sehingga meminta untuk dibantu diuruskan sertifikat tanahnya di kawasan IKN.


"Kepada korban dia mengaku pangkat Irjen Pol dan merupakan kiriman dari Mabes Polri yang ditugaskan di Jenebora dalam rangka pengamanan IKN," ungkapnya.

"Sebenarnya enggak ada upaya dari tersangka untuk menipu, hanya saja korban ini mendatangi tersangka karena sudah mengaku berpangkat Pati jadi percaya dan mendatangi (meminta tolong) dibuatkan sertifikat tanah," imbuhnya.

Selanjutnya pelaku menyanggupi permintaan korban namun meminta imbalan sejumlah uang. Korban yang telanjur percaya lantas tak ragu memberikan uang yang diminta pelaku.

"Atas penipuan yang dilakukan pelaku, korban mengalami kerugian Rp 87 juta" kata AKP Purwo.

Aksi MJ pun terungkap setelah Icuk curiga lantaran sertifikat tanah yang dijanjikan MJ tak kunjung diberikan hingga Agustus 2022. Karena habis kesabaran, Icuk melaporkan kasus tersebut ke Polsek Penajam.

"Karena tidak ada tindak lanjut dari pengurusan sertifikat tanah, sementara uang juga sudah diserahkan, akhirnya korban melaporkannya ke kami," terangnya

"Sebelum melapor bahkan korban memeriksa ke BPM kebenaran pelaku polisi beneran atau tidak, dengan mengecek nama pelaku tetapi tidak ada," imbuhnya.

Atas laporan itu polisi kemudian menangkap MJ di kediamannya di Kelurahan Jenebora Kecamatan Penajam. Dia rupanya hanya seorang yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

"Pelaku ditangkap pada 24 Agustus setelah kami menerima laporan," ujarnya.

Kendati selama ini MJ mengaku sebagai polisi, namun saat ditangkap aparat tidak menemukan seragam polisi di rumah pelaku.

"Tidak ada (seragam polisi), dia selama ini hanya mengaku-ngaku saja," jelasnya.



Simak Video "Pura-pura Jadi Polisi, 4 Pria di Sleman Peras-Tuduh Orang Pelaku Klitih"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)