Berita Nasional

KPK Butuh Waktu Verifikasi Laporan Upaya Suap Ferdy Sambo

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 18 Agu 2022 23:15 WIB
Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur Jakarta membuat sebagian huruf P di yang menempel di Gedung KPK Ambrol. Begini penampakannya.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menuturkan KPK masih melakukan verifikasi untuk menelaah laporan upaya suap yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo. Upaya suap eks Kadiv Propam Polri ini disebut untuk menghambat proses pengusutan tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Berapa waktu lamanya waktu itu yang dibutuhkan? Kalau di peraturan pemerintah adalah 30 hari kerja. Artinya begini... kami butuh waktu tentunya ketika menerima laporan dari masyarakat tidak begitu saja kemudian selesai. Butuh waktu," ujar Ali kepada wartawan, dilansir dari detikNews, Kamis (18/8/2022).

Ali menambahkan, proses verifikasinya juga perlu ada komunikasi dengan pelapor. Sehingga disebutnya memang akan memakan waktu.


"Saat ini masih verifikasi telaahan dan nanti ada komunikasi dan koordinasi dengan pelapor," bebernya.

Pemanggilan pelapor ini disebutnya sesuai ketentuan peraturan pemerintah. Ada pedoman soal kewajiban melakukan verifikasi laporan.

"Penegak hukum itu wajib ya, wajib kemudian nanti melakukan verifikasi. Artinya apa? Nanti pelapor pasti akan dihubungi oleh tim pengaduan masyarakat KPK dalam rangka verifikasi laporannya," beber Ali.

Diketahui, KPK memberi perhatian terhadap laporan upaya suap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. KPK mengaku siap melakukan penyelidikan atas laporan dari Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) tersebut.

"Sepanjang ada laporan dan laporan tersebut layak untuk kami tindaklanjuti melalui proses penyelidikan, tentu kami akan tindaklanjuti," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan seperti dilansir dari detikNews, Rabu (17/8).

Secara prosedural, Ghufron mengatakan KPK bakal menindaklanjuti laporan tersebut. Namun akan dilihat lagi apakah laporan itu masuk dalam tindak pidana korupsi atau tidak.

"Tentu secara prosedural, kami akan menindaklanjuti untuk kemudian ditelusuri apakah benar laporan tersebut adanya dugaan tindak pidana korupsinya," ungkap Ghufron.



Simak Video "Permintaan Maaf Ferdy Sambo untuk Ayah dan Ibu Yosua"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)