Berita Nasional

Disinggung soal Kerajaan Sambo, Polri: Timsus Fokus Pembuktian Pasal 340

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 18 Agu 2022 16:14 WIB
Jakarta -

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo merespons pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menyebut Irjen Ferdy Sambo layaknya punya kerajaan di Polri. Dedi menyebut tim khusus (timsus) saat ini fokus pembuktian penerapan pasal 340 atau pembunuhan berencana terhadap Irjen Ferdy Sambo.

"Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah 340 subsider 338 juncto 55 dan 56, fokus di situ. Pembuktian secara materiil baik secara formil," ungkap Dedi saat menjawab pertanyaan wartawan 'Mahfud bicara soal kerajaan Sambo di tubuh Polri, apa itu benar?'di PTIK, Jakarta Selatan dilansir dari detikNews, Kamis (18/8/2022).

Terkait update kasus pembunuhan Brigadir J, pihaknya mengungkapkan perkembangannya akan disampaikan besok. Dedi juga menegaskan kasus tewasnya Brigadir J ini akan dibuka secara transparan saat proses persidangan berjalan.


"Karena itu yang justru akan kita sampaikan ke JPU dan diuji dalam proses persidangan yang terbuka, yang transparan," jelas Dedi.

"Ya oke, itu dulu, besok kita akan sampaikan secara komprehensif," imbuhnya.

Mahfud Singgung Kerajaan Sambo di Polri

Mahfud Md sebelumnya mengungkapkan sejumlah hambatan dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Salah satunya karena kelompok Irjen Ferdy Sambo disebutnya seperti menjadi kerajaan sendiri di Polri.

"Yang jelas, ada hambatan-hambatan di dalam secara struktural ya, karena ini tidak bisa dimungkiri ini ada kelompok Sambo sendiri ini yang seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya," kata Mahfud dalam tayangan podcast bersama Akbar Faizal yang disiarkan di YouTube, seperti dilihat Kamis (18/8/2022). detikcom sudah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan Mahfud.

"Seperti sub-Mabes-lah ini yang sangat berkuasa dan ini yang menghalang-halangi sebenarnya. Kelompok ini yang jumlahnya 31 orang itu yang sekarang sudah ditahan," tuturnya.

Mahfud menuturkan, ada tiga klaster yang turut membantu pembunuhan Brigadir J mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga rekayasa kasus.

(tau/asm)