Berita Nasional

Aksi Sambo Mengendap-endap Masuk Rumah, Tak Sadar Ada Saksi yang Melihat

Tim detikNews - detikSulsel
Minggu, 14 Agu 2022 19:58 WIB
5 Perkembangan Kasus Ferdy Sambo Terbaru
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo mengendap-endap masuk ke rumah dinasnya di Duren Tiga saat hari pembunuhan Brigadir J atau Yoshua. Sambo mengendap-endap masuk ke dalam rumah dengan sarung tangan berwarna gelap dan membawa pistol HS 9 yang biasa dibawa oleh Brigadir J.

Dilansir dari detikNews, Minggu (14/8/2022), aksi Sambo mengendap-endap itu tanpa ia sadari dilihat oleh seorang saksi. Posisi saksi dimaksud berada tidak jauh dari tempat kejadian.

Bahkan saksi melihat pistol HS 9 yang dibawa Sambo waktu itu sempat jatuh dan kembali dipungut oleh Sambo. Sementara Sambo sendiri tidak menyadari aksinya itu dilihat oleh saksi.


Kemudian berlanjut ke dalam rumah dinas. Di ruangan tengah rumah dinas itu awalnya ada Ferdy Sambo, Richard, Ricky, dan Kuat. Putri Candrawathi ada di dalam kamar depan tangga, sementara Yoshua ada di ruang lain. Ferdy lalu meminta Yoshua dipanggil.

Setelah tiba di ruang tengah, Ferdy kemudian langsung meminta Yoshua untuk duduk dan kemudian memanggil Richard yang sedang berada di lantai atas. Begitu Richard tiba di ruang tengah, Sambo memerintahkan Richard untuk menembak Yoshua.

Richard sempat ragu, namun setelah diteriaki setidaknya tiga kali, akhirnya Richard menarik pelatuk dan menembak Yoshua.

Setelah penembakan, Irjen Sambo mulai beraksi. Dia menggunakan pistol HS 9, Sambo mengarahkan senjatanya untuk menembak dinding agar terlihat seolah-olah terjadi baku tembak. Mengenai hal ini, telah diungkap oleh Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo.

"Untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak-menembak, Saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik Saudara J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah telah terjadi tembak-menembak," kata Sigit dalam konferensi pers 10 Agustus 2022 lalu.

Namun penyidik belum berhenti sampai di sana. Penyidik sedang mendalami apakah Ferdy hanya sebatas memerintahkan Yoshua atau ikut menembak langsung.

"Mengenai hal itu sedang didalami penyidik," ujar Sigit.

Irjen Ferdy Sambo diduga telah merencanakan pembunuhan terhadap ajudannya itu. Permufakatan jahat untuk membunuh Yoshua terjadi di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Diduga, awalnya Ferdy mendapatkan informasi dari Kuat Ma'ruf mengenai peristiwa yang disebut sebagai pelecehan di Magelang. Lalu Ferdy Sambo yang telah datang lebih dahulu di rumahnya di Jalan Saguling langsung meminta konfirmasi dari istrinya terkait peristiwa yang disebut pelecehan itu.

Di lantai 3 rumah Saguling, Ferdy Sambo kemudian memanggil Ricky dan menyampaikan bahwa istrinya telah dilecehkan. Ferdy kemudian meminta kesediaan Ricky untuk membunuh Yoshua, namun Ricky menolak. Kemudian Ferdy meminta Ricky memanggil Richard Eliezer.

Kepada Richard, Ferdy tak lagi bertanya soal kesediaan menembak, namun langsung mengatakan bahwa Richard harus menembak Yoshua begitu diperintahkan, karena Yoshua telah melecehkan Putri.

Sementara Ricky diminta mengambil pistol HS yang biasa dibawa oleh Yoshua. Pistol itu ada di salah satu mobil yang terparkir di garasi. Ferdy meminta magasin pistol HS itu diisi penuh. Setelah magasin terisi, pistol itu dibawa oleh Ferdy Sambo.

Setelah rencana dibuat, rombongan Putri Chandrawathi, yang disertai Ricky, Kuat dan Yoshua, lalu bergerak dari rumah pribadi ke rumah dinas Ferdy Sambo yang jaraknya kurang lebih 500 meter. Tak lama kemudian, Ferdy Sambo bersama rombongan yang membawanya dari Mabes Polri bergerak menuju rumah dinas.



Simak Video "Dugaan Pelecehan ke Istri Sambo: Dulu Duren Tiga, Kini Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/hmw)