Sulawesi Tenggara

Mata Mahasiswa Kendari Kena Busur saat Tidur, Polisi Buru Pelaku

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 19:49 WIB
Seorang santri di Tangerang meninggal dunia usai berkelahi dengan teman sesama santrinya. Korban adalah santri di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Tangerang.
Foto: Getty Images/iStockphoto/MicroStockHub
Kendari -

Mahasiswa inisial RA (18) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibusur oleh orang tidak dikenal (OTK). Polisi kini menyelidiki pelaku pembusuran.

"Sekitar pukul 02.00 Wita (12/7) korban yang tidur tiba-tiba berteriak menangis karena ada yang menusuk matanya. Ternyata tertusuk mata busur," kata Kapolresta Kendari Kombes Muhammad Eka Faturrahman dalam keterangannya, Jumat (12/7/2022).

Awalnya, korban bersama 5 rekannya berada di rumah kos yang terletak di Lorong Salangga, Kecamatan Kambu tepat depan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada Kamis (11/7). Selanjutnya korban bersama 3 temannya tidur di kamar depan dekat jendela. Dua lainnya di kamar belakang.


"Mereka semua tidur di rumah kos sekitar pukul 23.00 Wita," terang Faturrahman.

Sekitar pukul 02.00 Wita pada Jumat (12/7), tiba-tiba korban terbangun dan menangis, mata sebelah kirinya terkena busur. Akibatnya rekan-rekan korban terbangun dan menemukan mata korban sudah tertusuk busur.

"Teman korban melihat korban sudah tertusuk busur pada mata sebelah kiri. Satu temannya kemudian mengecek sekeliling kos tapi tidak ada orang," ungkapnya.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Kendari oleh rekan-rekannya. Kemudian salah seorang teman korban inisial S mendapat informasi dari rekannya yang lain bahwa sekitar pukul 01.30 Wita terjadi pembusuran di dekat kos yang mereka tempati.

"Teman S yang lain inisial SW dan AH sempat dibusur di dekat pemancar tidak jauh dari TKP. Tapi busurnya tersebut tidak mengenai mereka," ungkap Faturrahman.

Rekan S tersebut menyampaikan bahwa para pelaku diketahui berjumlah 6 orang. Ia memastikan satu dari enam orang tersebut diketahui identitasnya.

"Orang yang membusur itu ada salah satu yang dikenal AH," ujar dia.

Polisi belum mengetahui pasti motif dibalik pembusuran tersebut. Faturrahman memastikan anggotanya tengah mengejar para pelaku. "Kami masih melakukan pencarian dan mengejar keberadaan para pelaku," beber Faturrahman.



Simak Video "Jokowi Tegaskan Dalam 2 Tahun RI Tak Lagi Impor Aspal"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)