Berita Nasional

Curhat Ketua Harian Kompolnas Di-bully Habis gegara Kutip Kapolres Jaksel

Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 10 Agu 2022 13:18 WIB
Jakarta -

Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto mengaku dibully karena ucapannya yang mengutip pernyataan Kombes Budhi Herdi Susianto terkait narasi baku tembak Brigadir J dan Bharada E. Saat itu Kombes Budhi masih menjabat sebagai Kapolres Jaksel.

Curhat Benny itu disampaikan saat diwawancara di siaran CNN Indonesia TV, Minggu (7/8). Benny awalnya menjelaskan tentang perubahan berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada E, menurutnya wajar jika dalam suatu kasus BAP itu diubah.

"Betul, nggak usah gitu, contoh saya dibully habis gara-gara mengutip pernyataan dari Kapolres Jakarta Selatan, saya cek ke sana ada kendala, ada kejanggalan tidak, yaitu yang saya ungkapkan," ujar Benny dalam tayangan itu seperti dilansir dari detikNews, Rabu (10/8/2022).


Benny kemudian menjelaskan tentang alam psycho-hierarchy atasan dengan bawahan. Menurutnya, dengan dicabut atau dimutasinya Irjen Ferdy Sambo, maka membuat alam sadar Bharada E tidak lagi merasa ditekan atau di bawah pengaruh Sambo.

"Soal perubahan BAP hal yang biasa dalam penyidikan saya sudah sampaikan seperti yang disampaikan Menko Polhukam, adanya alam psycho-hierarchy atasan bawahan, sesama atasan, ini harus nurut," katanya.

"Tapi ketika sudah dicabut posisinya dan dimutasi, maka struktural itu sudah hilang secara hierarki," sambung Benny.

Oleh sebab itu, kata Benny, akan muncul pengakuan-pengakuan yang tadinya mungkin di bawah pengaruh atau di bawah tekanan Sambo.

"Sekarang menjadi bebas. Kalau kemudian berubah itu hal biasa, karena akan terungkap bahwa sebelumnya di bawah tekanan," lanjut Benny.

(hmw/tau)