Berita Nasional

Komnas HAM Tetap akan Periksa Ferdy Sambo meski Sudah Tersangka

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 09 Agu 2022 23:49 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. Foto: luqman Nurhadi-detikcom
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Namun Komnas HAM tetap akan melanjutkan penyelidikan dugaan pelanggaran HAM terkait kasus tersebut.

Dilansir detikNews, Komnas HAM sampai saat ini belum mendapat konfirmasi pemeriksaan Ferdy Sambo. Komnas HAM berharap pemeriksaan itu masih bisa dilaksanakan.

"Opsi kami, kami memang berharapnya di Komnas HAM, namun kalau dibutuhkan dengan berbagai pertimbangan dan sebagainya, kami harus minta keterangannya di Brimob, ya kami akan ikuti. Tapi kami berharap Kamis masih bisa menyelenggarakan permintaan keterangan Saudara Ferdy Sambo," kata komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, Selasa (9/8/2022).


Anam mengatakan pihaknya mengapresiasi Polri dalam penetapan tersangka terhadap Ferdy Sambo. Anam berharap dengan penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tersebut menjadi lebih terang.

"Yang pertama-tama memang kami hormati apa yang sudah diumumkan rekan rekan kepolisian sudah menetapkan tersangka," katanya.

"Dalam konteks HAM dalam proses seperti itu, ini ngomong konsep itu disebut sebagai salah satu obstruction of justice. Kedua, terkait Pak Ferdy Sambo yang ditetapkan tersangka (Pasal) 340 ya kami mengapresiasinya, ada 340 ada 338 kan, kami mengapresiasinya. Semoga ini jadi terangnya peristiwa dan menjawab berbagai dinamika publik yang selama ini beredar," sambungnya.

Sejauh ini, Anam mengungkapkan pihaknya dan kepolisian masih mendalami motif penembakan tersebut. Dia menyebut pihaknya masih menunggu hasil dari ekshumasi jenazah Brigadir J.

"Seperti yang kita umumkan beberapa waktu lalu bahwa kami menunggu proses ekshumasi. Kenapa penting nunggu proses ekshumasi itu, karena itu juga bagian dari permintaan keluarga Jambi. Kan diawali gitu, kami kan berangkatnya dari keluarga di Jambi," terangnya.

Anam menambahkan, meski telah ada penetapan tersangka pihaknya tetap akan melanjutkan proses pemeriksaan. Dia berharap proses pemeriksaan balistik dan Ferdy Sambo dapat berjalan sesuai dengan rencana.

"Kalau agenda besok apakah soal balistik masih berjalan, kami masih berjalan," ujar Anam.

Irjen Ferdy Sambo Dalang Penembakan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan fakta terbaru soal kematian Brigadir J atau Yoshua Hutabarat. Kapolri menyebut Irjen Ferdy Sambo memerintahkan penembakan.

"Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J yang menyebabkan Saudara J meninggal dunia yang dilakukan Saudara RE atas perintah Saudara FS," kata Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pun ditetapkan sebagai tersangka.

"Timsus menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," kata Jenderal Sigit.

Dalam kasus ini, Ferdy Sambo disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dia menjadi tersangka keempat dalam kasus ini. Tersangka lainnya ialah Bharada Eliezer, Bripka Ricky, dan Kuat.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)