Tersangka Kasus Korupsi Hibah Air Minum PDAM Bitung Rp 14 M Ngaku Dijebak

Sulawesi Utara

Tersangka Kasus Korupsi Hibah Air Minum PDAM Bitung Rp 14 M Ngaku Dijebak

Trisno Mais - detikSulsel
Rabu, 22 Jun 2022 20:23 WIB
Tersangka baru kasus korupsi hibah air minum di Kota Bitung  senilai RP 14 miliar (Dok. Istimewa).
Foto: Tersangka baru kasus korupsi hibah air minum di Kota Bitung senilai RP 14 miliar (Dok. Istimewa).
Bitung -

Polisi menetapkan Laminula alias ML menjadi tersangka kasus korupsi program hibah air minum masyarakat berpenghasilan rendah (BMR) senilai Rp 14 miliar di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kuasa hukum tersangka, Andi Ikra Rahman menilai kliennya itu dijebak karena Lanimula hanya seorang pekerja paruh waktu di perusahaan rekanan.

"Keliru ketika penyidik Polda Sulut menganggap bahwa klien kami bertanggung jawab sekaitan dengan berita acara tersebut sehingga ditetapkan tersangka," kata Ikra saat ditemui detikcom, Rabu (22/6/2022).

"Kami mempunyai bukti bahwa klien kami itu hanya bekerja paruh waktu, mekanisme apa yang seharusnya klien kami lakukan. Itulah dasar klien kami melakukan baseline survei dan verifikasi melalui surat tugas," imbuhnya.


Ikra menjelaskan secara kapasitas kliennya tidak mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan berita acara verifikasi program hibah air minum di Kota Bitung yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 14 miliar. Pasalnya dokumen tersebut hanya bisa dikeluarkan pihak rekanan PT Sucofindo dan pihak PUPR.

"Jadi klien kami tidak tahu, kami pikir klien kami dijebak melalui proses administrasi yang dilakukan PT Sucofindo sehingga beban itulah atau bukti berita acara tersebut yang ditandatangani klien kami sehingga mau tidak mau mempersepsikan klien kami ini bertanggung jawab," ujarnya.

Berita acara yang ditandatangani kliennya itu atas permintaan perusahaan dan pemberi kerja dalam hal ini Kementerian PUPR dan Sucofindo. Karena yang melakukan kontrak itu Kementrian PUPR dan PT Sucofindo.

"Klien kami ini hanya pekerja paruh waktu yang melakukan pekerjaan mereka sesuai mekanisme yang diberikan oleh pemberi kerja yaitu PT Sucofindo," kata dia.

Dia mengaku memiliki sejumlah dokumen atau bukti bahwa kliennya hanya bekerja paruh waktu. Dokumen tersebut dalam bentuk surat perjanjian kerja waktu tertentu PT. Sucofindo Nomor : 0193.6/LSI-III/PTT/2017 tertanggal 18 Maret 2017.

Meski begitu, pihaknya telah melakukan upaya hukum agar proses penetapan tersangka perlu diperhatikan kembali. Ikra mengaku sudah menyurat ke Irwasda Polda Sulut agar gelar perkara penetapan tersangka kembali dilakukan.

"Kami sejak awal surat perlindungan hukum dan meminta penyidik lakukan gelar perkara kembali. Untuk bisa menanggapi apa yang menjadi surat perlindungan hukum melalui Irwasda. Upaya hukum itulah kami berikan ke Polda Sulut," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menetapkan 2 tersangka kasus korupsi program hibah air minum senilai Rp 14 miliar di Kota Bitung. Khusus ML, dia adalah tersangka baru yang merupakan seorang rekanan proyek dan telah diserahkan ke Kejati Sulut.

"Kejati Sulut telah menerima penyerahan tersangka ML dan barang bukti dari penyidik Polda Sulut terkait dugaan tindak pidana korupsi pada BMR anggaran 2017 PDAM Duasudara Kota Bitung," ujar Kasi Penkum Kejati Sulut Theodorus Rumampuk kepada detikcom, Selasa (21/6).



Simak Video "Gempa M 4,9 Terjadi di Melonguane Sulut "
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)