Kasus Korupsi Hibah Air Minum PDAM Bitung Rp 14 M, 1 Rekanan Jadi Tersangka

Sulawesi Utara

Kasus Korupsi Hibah Air Minum PDAM Bitung Rp 14 M, 1 Rekanan Jadi Tersangka

Trisno Mais - detikSulsel
Selasa, 21 Jun 2022 16:04 WIB
Tersangka baru kasus korupsi hibah air minum di Kota Bitung  senilai RP 14 miliar (Dok. Istimewa).
Foto: Tersangka baru kasus korupsi hibah air minum di Kota Bitung senilai RP 14 miliar (Dok. Istimewa).
Bitung -

Polisi menetapkan satu tersangka baru kasus korupsi program hibah air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (BMR) senilai Rp 14 miliar di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Tersangka baru berinisial ML tersebut merupakan seorang rekanan proyek dan telah diserahkan ke Kejati Sulut.

"Kejati Sulut telah menerima penyerahan tersangka ML dan barang bukti dari penyidik Polda Sulut terkait dugaan tindak pidana korupsi pada BMR anggaran 2017 PDAM Duasudara Kota Bitung," ujar Kasi Penkum Kejati Sulut Theodorus Rumampuk kepada detikcom, Selasa (21/6/2022).

Theodorus mengatakan ML regional manager 6 wilayah II pada PT Sucofindo yang meneken kerja sama dengan mantan Direktur PDAM Duasudara Kota Bitung insial RL alias Icad. Namun proyek ini berujung merugikan negara hingga Rp 14 miliar.


"Tersangka ML selaku regional manager 6 wilayah II pada PT Sucofindo tahun 2017 yang menandatangani berita acara verifikasi untuk program hibah air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah tahun 2017 di Kota Bitung sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 14 miliar," ungkap Theodorus.

Tersangka ML ditahan selama 20 hari terhitung sejak 21 Juni 2022 sampai 10 Juli 2022.

"Penyerahan tersangka diterima langsung Kepala Seksi Penuntutan, Pinkan Gerungan beserta tim penuntut umum lainnya didampingi penasihat hukum," kata dia.

Sebelumnya, polisi lebih dulu menetapkan mantan Direktur PDAM Duasudara inisial RL sebagai tersangka di kasus ini. RL juga sudah lebih dahulu diserahkan ke Kejati Sulut.

Untuk diketahui, penyelidikan kasus ini bermula dari adanya laporan k di Polda Sulut pada 19 April 2021, dan surat perintah penyidikan tanggal 20 April 2021 lalu. Berdasarkan laporan tersebut, Polda Sulut menetapkan RL dan ML menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Kemudian mereka ditahan karena dugaan tindak pidana korupsi program hibah air minum di Kota Bitung. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan dugaan kerugian negara akibat perbuatan mereka sebesar Rp 14 miliar.

"Tersangka pria berinisial RL, sesuai hasil audit oleh Perwakilan BPKP Provinsi Sulut tanggal 27 Desember 2021, dugaan tindak pidana korupsi ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar 14 miliar rupiah," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast, kepada detikcom, Kamis (9/6).



Simak Video "Gempa M 4,9 Terjadi di Melonguane Sulut "
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)