Sidang AKBP Mustari Perkosa ABG Putri Dilanjut Usai Eksepsi Ditolak Hakim

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 07 Jun 2022 06:30 WIB
Sidang perwira Polda Sulsel AKBP Mustari perkosa ABG putri (Dok. Istimewa).
Foto: Sidang perwira Polda Sulsel AKBP Mustari perkosa ABG putri (Dok. Istimewa).
Makassar -

Kasus perwira Polda Sulsel AKBP Mustari memperkosa remaja putri dipastikan berlanjut di persidangan. Kepastian tersebut datang usai majelis hakim menolak eksepsi terdakwa yang membantah memperkosa korban.

Dalam sidang dengan agenda putusan sela di pengadilan negeri (PN) Sungguminasa, Gowa, Senin (6/6), majelis hakim tegas memerintahkan tim jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi dalam rangka pembuktian pokok perkara.

"Menolak eksepsi terdakwa dan penasehat hukum. Kemudian persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi," kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa Wahyudi Said kepada detikSulsel, Senin (6/6/2022).


Wahyudi mengatakan, majelis hakim menilai eksepsi terdakwa tak memperkosa korban dan justru dirinya lah yang membantu biaya sekolah korban, sudah masuk ke dalam bagian pokok perkara. Oleh sebab itu dalih tersebut harus dibuktikan terdakwa dalam pemeriksaan pokok perkara.

"Alasannya itu karena menurut hakim, sebagian eksepsi itu sudah memasuki pokok perkara yang harus dibuktikan pada saat pemeriksaan saksi-saksi nanti," jelasnya.

Sebaliknya, majelis hakim mengamini bahwa dakwaan jaksa penuntut umum selama ini sudah sangat jelas oleh hakim. Oleh karenanya persidangan wajib dilanjutkan.

"Majelis hakim menganggap bahwa dakwaan penuntut umum sudah jelas dan cermat. Lalu eksepsinya sebagian sudah memasuki pokok perkara yang harus dibuktikan pada saat pemeriksaan pokok perkara," tegasnya.

Wahyudi mengatakan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari pihak jaksa penuntut umum akan dilanjutkan pekan depan.

Dalih AKBP Mustari Bantu Sekolah Korban

Untuk diketahui, AKBP Mustari didakwa melakukan pemerkosaan berkali-kali terhadap remaja putri. Namun AKBP Mustari membantah dakwaan itu dengan dalih dirinya justru berjasa kepada korban.

Dalih itu disampaikan AKBP Mustari lewat eksepsi di Ruangan Sidang Kartika PN Sungguminasa, Gowa, Rabu (25/5). Dia juga menuding tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya bersifat sepihak.

Tak sampai di situ, terdakwa Mustari juga menegaskan, ancaman dan pemerkosaan itu hanyalah omongan korban saja. Selanjutnya Mustari juga mengaku ia sebenarnya menolak korban bekerja di rumahnya sebagai asisten rumah tangga karena korban masih di bawah umur.

Namun karena merasa iba, Mustari pun memperkerjakan korban dan akan dibantu dibayarkan uang sekolahnya. Akan tetapi, korban hanya diperintahkan untuk membersihkan di area luar rumah AKBP Mustari saja di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.

Selain itu, Mustari juga berdalih tidak membuat korban terikat jam kerja. Korban hanya dibolehkan datang ke rumah Mustari untuk bekerja bila selesai waktu sekolahnya.



Simak Video "Rekonstruksi Detik-detik Penembakan Petugas Dishub Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)