Siswi SD di Takalar Dibawa Kabur Pacar Hendak Dilarikan ke Palopo

Siswi SD di Takalar Dibawa Kabur Pacar Hendak Dilarikan ke Palopo

Muh Ishak Agus - detikSulsel
Kamis, 12 Mei 2022 03:00 WIB
Ilustrasi lambang cinta atau jantung
Foto: Siswi SD di Takalar yang sempat dilaporkan hilang dibawa kabur kekasihnya sendiri. (IlustrasiGetty Images/Eoneren)
Takalar -

Siswi SD berusia 12 tahun di Kabupaten Takalar disebut hendak dibawa kabur ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh pelaku yang juga pacarnya bernama Nugrah alias Bintang (19). Sebelumnya pelaku menjemput korban di sekolahnya hingga dikabarkan hilang.

"Modusnya (Nugrah) ingin membawa korban ke Palopo," papar Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Agus Purwanto saat dihubungi, Rabu (11/5/2022).

Hanya saja, pihaknya belum memberikan penjelasan detail terkait modus pelaku. Termasuk motif pelaku sampai membawa kabur korban yang juga kekasihnya.


"Berpacaran (hubungan korban dengan pelaku). Motif hubungan asmara," singkat dia.

Polisi berdalih kasus ini masih didalami. Keduanya baik pelaku dan korban masih menjalani pemeriksaan di Mapores Takalar.

Sebelumnya polisi meringkus pelaku Nugrah di rumah keluarganya di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Selasa malam (10/5). Pada kesempatan yang sama polisi turut mengamankan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Dia menjelaskan, pelaku menjemput korban di sekolah, Selasa pagi (10/5). Nugrah alias Bintang langsung membawa korban di rumah keluarganya di Kabupaten Bantaeng.

"Pelaku Nugrah alias Bintang menjemput korban di sekolahnya. Kemudian membawanya ke Bantaeng di rumah keluarganya," sebut Agus.

Sementara paman korban, Mustakim mengaku, belum tahu pasti perkembangan kasus ini. Namun dia menduga pelaku memanfaatkan korban.

"Untuk sementara masih dimintai keterangan polisi. Tapi besar kemungkinan dibodoh-bodohi ini anak (korban) karena masih kelas 5 SD juga," Mustakim, Rabu (11/5).

Mustakim pun masih mempertanyakan alasan keponakannya mau mengikuti keinginan pelaku dibawa pergi pelaku. Pihaknya belum memastikan hubungan antara keponakannya itu dengan Nugrah.

"Belum tahu juga (hubungannya). Kemungkinan baku kenal," pungkasnya.

Pasalnya dia menyebut, keponakannya sempat berbohong dengan izin pulang dari sekolah sekitar pukul 10.30 Wita, Selasa (10/5). Alasannya hendak melayat ke rumah neneknya yang meninggal.

"Sekitar jam 12 siang, orang tuanya datang menjemput dan anak itu sudah tidak ada. Tidak ada juga keluarga kami yang meninggal," beber Mustakim.



Simak Video "Sadis! Paman Bunuh Ponakan Saat Belajar di Kelas"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)