Papua

Proses Evakuasi 8 Jenazah Pekerja PTT Korban KKB Papua Terhambat Cuaca Buruk

Saiman - detikSulsel
Minggu, 06 Mar 2022 12:29 WIB
Nelson Sarira, satu korban selamat dari serangan teroris KKB, telah dievakuasi ke Timika, Papua. Proses evakuasi Nelson berlangsung begitu emosional. (Foto: dok. Polda Papua)
Foto: Nelson Sarira, satu korban selamat dari serangan teroris KKB, telah dievakuasi ke Timika, Papua. Proses evakuasi Nelson berlangsung begitu emosional. (Foto: dok. Polda Papua)
Puncak -

Proses evakuasi 8 jenazah korban pembantaian teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua direncanakan pagi ini. Namun persiapan evakuasi ditunda karena faktor cuaca buruk.

"Kita masih menunggu perkembangan cuaca hari ini ya mas," ungkap Kepala Operasi Cartenz Papua Damai Kombes Pol Muhammad Firman yang dikonfirmasi Minggu (6/3/2022)

Firman mengatakan, sebenarnya proses evakuasi telah direncanakan dilakukan pagi hari ini namun cuaca di Timika dan sekitarnya tak bersahabat. Hujan turun mengguyur sejak pagi hari.


Skenario evakuasi telah ditetapkan oleh Satgas Cartenz Papua Damai dengan menggunakan 3 unit helikopter. Rinciannya 2 helikopter untuk tim evakuasi dan 1 helikopter untuk tim pengamanan.

Di lokasi kejadian ada 8 jenazah korban pembantaian teroris KKB yang belum di evakuasi. Jenazah yang berhasil dievakuasi nantinya akan langsung diangkut ke RSUD Mimika. Saat sejumlah anggota TNI berjaga di depan kamar jenazah RSUD Mimika.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri akhirnya mengevakuasi Nelson Sarira, korban selamat serangan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Evakuasi dilakukan setelah korban melewati masa-masa mencekam selama tiga hari di kamp PT Palapa Ring Timur Telematika (PTT).

Evakuasi Nelson dimulai dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua pada Sabtu (5/3). Dari titik ini dua tim terdiri dari tim evakuasi dan tim pengamanan diterbangkan menuju lokasi Nelson bertahan hidup di lokasi serangan KKB di Distrik Beoga.

Evakuasi Nelson akhirnya lancar. Tepat pukul 10.47 WIT, helikopter Kumala Indonesia landing di Penerbad Timika dengan membawa Nelson.

"Pada pukul 10.48 WIT karyawan selamat Nelson Sarira on boarding dari heli selanjutnya menuju ambulans Dokkes Polres Mimika,' kata Kepala Operasi Cartenz Damai Papua Kombes Muhammad Firman kepada wartawan di Polres Mimika, Sabtu (5/3).

Nelson Sarira mengungkap detik-detik 8 rekannya dibunuh teroris KKB Papua. Saat pembantaian, Nelson berhasil kabur dan bertahan 3 hari menunggu tim evakuasi menjemput.

Nelson mengatakan, serangan di Kamp PTT di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga berlangsung pada pukul 03.00 WIT. Tak kurang dari 10 orang anggota KKB merangsek masuk ke kamp dan melakukan pembantaian.

"Korban menjelaskan pelaku diperkirakan 10 orang dengan membawa berbagai macam senjata tajam seperti parang, kapak dan lainnya. Kemudian pelaku langsung masuk melakukan pembantaian di kamp PTT," sambung Kombes Firman.

"Kemudian menjelaskan lagi, dia sempat kabur pada saat pembantaian," katanya.

Nelson baru kembali ke Kamp PTT saat suara pembantaian tak lagi terdengar. Namun nahas, Nelson menemukan seluruh rekan-rekannya yang berjumlah 8 orang meninggal dunia.

"Kemudian korban setelah kabur, situasi tidak ada lagi dengar suara teriak-teriak dari para pelaku, korban kembali ke kamp dan melihat teman-temannya sudah dalam keadaan meninggal dunia," katanya.

Sejak saat itu, jadilah Nelson sebatang kara di lokasi. Saat dijemput, raut wajah Nelson tak bisa menutupi trauma usai bertahan hidup melewati masa 3 hari yang mencekam pasca-pembantaian.

"Saat ini korban dalam keadaan trauma, ini wajar karena kita ketahui bersama sudah 3 hari yang bersangkutan korban ini ketakutan sendirian di TKP menunggu penyelamatan dari tim evakuasi," katanya.



Simak Video "10 Orang Tewas Dibantai KKB di Nduga Papua, Ini Identitas Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)