Aniaya Bocah Saat Bersihkan Masjid, 5 Pria di Makassar Dibekuk Polisi

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 20 Feb 2022 09:16 WIB
Pelaku perundungan dan penganiayaan ditangkap polisi.
Foto: Foto: Reinhard Soplantila
Makassar -

Sebanyak 5 pelaku perundungan dan penganiayaan seorang bocah berusia 8 tahun di Masjid Nurul Kautsar, Jalan Andi Mangerangi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibekuk polisi. Korban diperlakukan buruk saat sedang membersihkan masjid.

"Berawal dari kejadian korban itu mengalami perundungan saat membersihkan masjid, kemudian datang 5 orang pemuda yang melakukan perundungan yang berakhir penganiayaan. Jadi pelaku ada 5 orang sudah diamankan," ujar Katim Subnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Aipda Cakra Nuryadi pada Minggu (20/2/2022).

Diketahui, korban mengalami perundungan dan penganiayaan kawanan remaja itu pada Jumat (18/2). Aksi tersebut pun terekam dalam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di pekarangan masjid.


Para pelaku kemudian dibekuk tim gabungan dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar dan Resmob Polsek Ujung Pandang pada Minggu (20/2) dini hari. Mereka teridentifikasi setelah polisi melakukan pengecekan CCTV dan penyelidikan di TKP.

Pelaku dibekuk di beberapa daerah di Sulsel. Pelaku RI (17) dan Rizaldi (19) dibekuk di Kota Makassar. Sedangkan pelaku Dede (19) dibekuk di Kabupaten Gowa. Selanjutnya pelaku AG (17) dibekuk di Kabupaten Takalar.

"Tiga orang diamankan di Makassar, satu orang di wilayah Takalar, dan satu orang di wilayah Kabupaten Gowa," sebut Cakra.

Saat melakukan aksinya, pelaku disebut punya peran masing-masing. Pelaku AG disebut turut melakukan perundungan dan penganiayaan. Sementara 4 pelaku lainnya membantu mengoleskan sabun cuci tangan di kepala korban, mendorong, kemudian menertawainya.

"Dari hasil interogasi dan hasil analisa CCTV saat kami turun ke TKP satu orang ini yang melakukan penganiayaan dengan cara mengangkat anak ini, kemudian membantingnya sehingga mengakibatkan luka di kepala. Sedangkan empat orang dengan cara ada yang menarik rambutnya dan ada bagian dua orang yang memberikan sabun ke rambut anak ini," jelas Cakra.

Tidak ada motif khusus para pelaku melakukan aksi tidak terpuji ini. Para pelaku mengaku hanya dan hendak bermain-main bersama korban.

Motif para pelaku melakukan tindakan tidak terpuji ini lantaran mereka mengaku iseng dan hanya ingin bermain-main dengan korban.

"Hasil interogasi ke-5 orang ini mengatakan mereka hanya iseng saja," ucap Cakra.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku ini akan diserahkan ke Mapolsek Tamalate guna dilakukan pemeriksaan lanjutan.

(sar/sar)