Ini Motif 2 Oknum Polisi di Sangihe Diduga Sekap-Peras Warga Rp 725 Juta

Trisno Mais - detikSulsel
Sabtu, 19 Feb 2022 01:00 WIB
Kapolda Sulut Irjen Mulyatno saat melakukan konferensi pers.
Foto: Trisno Mais
Manado -

Polisi mengungkap motif 6 dari 7 laki-laki yang menyekap dan memeras 3 warga di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) sebesar Rp 725 juta. Motif kejahatan yang melibatkan 2 oknum polisi ini soal utang piutang.

"Untuk motif bahwa ini bermula adanya peristiwa utang piutang dengan salah satu pelaku," kata Dirkrimum Polda Sulut Kombes Gani F Siahaan saat konferensi di Mapolda Sulut, Jumat (18/2/2022).

Dia mengatakan, salah satu pelaku meminta bantuan kepada pelaku yang merupakan residivis serta 5 teman lainnya. Saat itu para pelaku bereaksi dan melakukan penyekapan di sebuah hotel di Tahuna.


Siahaan melanjutkan, setelah dilakukan peristiwa tersebut para pelaku ikut melakukan intimidasi.

"Jadi motifnya utang piutang, dan dilakukan peras sedemikian rupa lebih banyak dari pada utang. Jadi total korban mengalami kerugian Rp 725 juta," ujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast mengemukakan, dari hasil pengungkapan, terdapat ada 7 tersangka. Satu pelaku masih buron.

"Saat ini sudah ditangkap diamankan ada enam orang, sementara satu sedang dalam proses, dan satunya kebetulan dari hasil pemeriksaan terpapar COVID. Jadi sementara diisolasi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap 6 dari 7 laki-laki yang diduga menyekap dan memeras 3 warga di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). 2 di antara terduga pelaku merupakan oknum polisi.

Penyekapan dan pemerasan itu dialami korban insial AL, EVB dan AC pada Minggu (13/2) sekitar pukul 18.30 Wita. Akibat perbuatan pelaku, para korban mengalami kerugian hingga Rp 725 juta.

Adapun para tersangka yang diamankan masing-masing, RW, JK, AK, OS, GM, MF. Untuk salah satu pelaku berinisial BT masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Polda Sulut membenarkan keterlibatan 2 oknum polisi dalam kasus ini.

"Untuk anggota Polri yang melakukan pelanggaran akan ditindak tegas dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," tegas Kapolda Sulut Irjen Mulyatno saat konferensi di Mapolda Sulut, Jumat (18/2).

(sar/nvl)