Air Terjun Sambabo di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga menyimpan legenda yang menarik untuk ditelusuri. Legenda tersebut berkaitan dengan burung raksasa bernama Samba Botto yang dipercaya menjadi cikal bakal penamaan Sambabo.
"Kalau dari sisi masyarakat lampau yang pernah saya dengar, Sambabo itu berasal dari kata Samba Botto. Penamaannya dari seekor burung besar yang konon tinggal dalam gua di puncak Sambabo," kata Kepala Dinas Pariwisata Mamasa, Arvin Ital Putra kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
Air Terjun Sambabo terletak di Desa Ulumambi, Kecamatan Bambang, sekitar 52 kilometer dari pusat Kota Mamasa. Belakangan, air terjun ini menarik perhatian setelah muncul klaim menjadi yang tertinggi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaim tersebut berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan tim ekspedisi Sarira Exped pada Rabu (13/5/2026). Hasil pengukuran menunjukkan Air Terjun Sambabo memiliki ketinggian 316 meter, melampaui Air Terjun Ponot yang mencapai sekitar 250 meter.
Arvin melanjutkan, dalam cerita yang berkembang di masyarakat, burung yang tinggal dalam gua di puncak air terjun tersebut memiliki ukuran yang sangat besar. Ketika membentangkan sayap, bayangannya disebut mampu menutupi sebagian wilayah setempat.
"Ukurannya besar. Konon jika burung itu membentangkan sayap, hampir sebagian besar wilayah setempat tertutupi oleh bayangannya," ungkapnya.
Selain itu, Arvin menyebut keluarnya burung tersebut dari sarangnya dipercaya warga sebagai pertanda, baik maupun buruk.
"Ketika burung itu keluar dan terbang mencari makan, itu diyakini memberi sinyal, berarti kemungkinan akan ada kesuksesan hidup atau bencana alam yang terjadi. Misalnya kekeringan, gagal panen, banjir, hal-hal seperti itu," terangnya.
Untuk menghindari bahaya, Arvin menyebut masyarakat setempat masih memegang teguh keyakinan dan kepercayaan adat Mappurondo dalam menjaga dan memelihara kawasan Air Terjun Sambabo.
"Masyarakat meyakini ketika ada hal-hal yang tidak senonoh dilakukan masyarakat (di kawasan air terjun), maka akan mendatangkan sesuatu hal yang tidak baik," tuturnya.
Terlepas dari cerita legenda tersebut, Arvin mengungkapkan keseriusan pemerintah setempat untuk mengembangkan kawasan wisata Air Terjun Sambabo. Pengembangan itu akan dilakukan dengan memperhatikan kearifan lokal yang telah diwariskan masyarakat secara turun-temurun.
"Itu story talent nya, nanti kita akan buat penataan kawasan, kita perbaiki, di samping kita berjalan untuk membumingkan air terjun sambabo di kabupaten Mamasa ini sebagai air terjun tertinggi di dunia," tandasnya.
Apalagi, kata dia, Air Terjun Sambabo memiliki keistimewaan karena debit airnya tidak pernah turun drastis meski dilanda kemarau panjang.
"Kalau kita lihat debit airnya sedikit alami penurunan tapi tidak terlalu drastis, begitu kelebihan air terjun sambabo, hampir-hampir saat musim kemarau tidak banyak perubahan debit airnya," pungkas Arvin.
(alk/alk)
