Harga Kopi di Tingkat Petani Enrekang Naik Drastis, Tembus Rp 25.000/Liter

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Senin, 15 Agu 2022 21:15 WIB
Pengusaha Warkop di Tana Toraja.
Foto: Pengusaha Warkop di Tana Toraja. (Rachmat Ariadi/detikSulsel)
Enrekang -

Harga komoditas kopi di kalangan petani tingkat Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) naik drastis hingga tembus Rp 25 ribu per liter. Pengusaha warung kopi (warkop) mengeluh merugi

"Mahal sekali sekarang, sudah sampai Rp 25 ribu per liter biji kopi. Padahal dulu itu harganya Rp 10 ribu per liter," ucap salah seorang petani kopi di Desa Latimojong Enrekang, Muslim kepada detikSulsel, Senin (15/8/2022).

Muslim mengungkapkan, merangkaknya harga kopi ini dikarenakan banyak pohon kopi yang mati akibat cuaca ekstrem. Ini membuat komoditas kopi saat panen berkurang.


"Kurang buahnya, banyak pohon yang mati akibat cuaca ekstrem. Jadi memang sudah perlu penanaman pohon kopi ulang," ungkapnya.

Muslim sendiri memiliki kurang lebih 2.000 pohon kopi, setiap 8 bulan memanen kopi dirinya bisa menghasilkan 2 ton biji kopi. Namun akibat faktor cuaca, produktivitas kopinya menurun.

"Sementara panen. Turun sekali jumlah kopinya, bahkan tidak sampai 1 ton. Padahal kemarin itu hampir 2 ton," ucap Muslim.

Tak hanya di Enrekang, di Kabupaten Tana Toraja juga mengalami hal yang sama, hingga berdampak bagi pengusaha warkop. Contohnya, Warkop Gandrial di Tana Toraja, yang kekurangan stok kopi akibat kurangnya produktivitas di kalangan petani.

"Biasanya saya ambil 3 ton biji kopi per panen. Sekarang karena produktivitas kopi kurang di kalangan petani, ditambah harga yang melonjak, ya saya ambil seadanya itu 1 ton kopi per panen," jelas pemilik warkop Gandrial, Pingki.

Pingki menambahkan, untuk 1 ton harga kopi Toraja sekarang ini berada pada kisaran Rp 112 juta. Padahal sebelumnya, harga untuk 1 ton kopi Toraja hanya pada kisaran Rp 80 juta.

"Memang sekarang naik sekali harganya. Bayangkan sekarang 1 ton Rp 112 juta, dulu itu cuma Rp 80 juta. Itu bahan bakunya saja yah, belum masuk tenaga kerjanya yang menyortir," keluh Pingki.



Simak Video "Siswa di Toraja 'Menantang Maut', Lewat Jembatan Reyot Demi ke Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/ata)