Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 197 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun anggaran 2027. KKP menggandeng kampus dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk melakukan survey lapangan.
"Jadi dari survei ini ada pada 197 titik yang diusulkan oleh kabupaten/kota, tapi pada saat yang sama, KKP juga memberikan tambahan untuk sejumlah titik yang sesuai dengan data KKP," ujar Tenaga Ahli Sosial, Ekonomi, dan Pemberdayaan Nelayan Satgas KNMP 2027, Kamaruddin Azis kepada wartawan di Palu, Kamis (29/10/2026).
Untuk mematangkan rencana tersebut, KKP melalui Satuan Tugas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP menggelar pembekalan bagi ratusan mitra di Sulteng. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Palu selama tiga hari, 27-29 Oktober 2026.
"Ini merupakan komitmen KKP di bawah perintah Menteri Sakti Wahyu Trenggono untuk memberikan penguatan bagi 197 surveyor," kata Kamaruddin.
Para surveyor bertugas melakukan verifikasi dan pengumpulan data langsung melalui aplikasi KoboCollect, observasi, wawancara, hingga Focus Group Discussion (FGD) di tingkat desa dan kabupaten. 197 surveyor yang diterjunkan langsung ini sebagai bagian dari tiga mitra kerja sama, yakni Universitas Al-Khairat, LSM Rubalang, dan LSM Mulia.
"Kita tidak lagi sekadar mengambil data dari kantor desa tanpa memastikan kapan data itu diperbarui. Kita ingin memperbarui dan memastikan validitas data yang digunakan dalam perencanaan," tegasnya.
Dalam menentukan kelayakan dari 197 lokasi KNMP di Sulteng, KKP menerapkan sejumlah indikator ketat. Selain jumlah nelayan dan ketersediaan lahan, akses air bersih, jalan, serta izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) menjadi syarat wajib.
"Kita berharap dengan data itu, status lahan clear and clean, kelompok masyarakat terlibat, serta ada pelibatan kelembagaan ke depannya," tutur Kamaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan data internal KKP diolah melalui sistem data Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (Kusuka) untuk menentukan titik lokasi yang benar-benar potensial.
"Di situ diperoleh informasi titik-titik yang sudah ada nelayannya, ada kapalnya, ada jumlah armadanya, dan seterusnya. Kombinasi antara usulan kabupaten/kota dan usulan KKP itu totalnya menjadi 197 titik," paparnya.
Sulteng dinilai memiliki potensi strategis, mulai dari wilayah kepulauan seperti Banggai Laut dan Banggai Kepulauan hingga kawasan industri seperti Morowali yang dilirik sebagai penyokong pasokan ikan lokal. Bagi daerah terpencil, warga juga dapat mengusulkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
"Semakin bagus datanya dan semakin lengkap informasinya, semakin memungkinkan Satgas untuk menindaklanjuti usulan tersebut," pungkas Kamaruddin.
