Warung nasi goreng milik Iran (43) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) ludes terbakar saat bentrok warga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa). Iran menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lokasi sudah sejak dua tahun terakhir.
"(bentrokan) sekitar jam 5, saat itu posisi ramai, anak-anak dari atas (Anoa) itu ramai, dari atas jembatan turun ke sini. Istri langsung buru-buru nutup warung, dia langsung lari ke belakang. Ditinggal warung," kata Iran kepada wartawan, Rabu (28/10/2026) malam.
Iran mengatakan istrinya tidak melihat pelaku yang membakar warungnya. Namun saat itu, kelompok dari Anoa dengan jumlah massa yang banyak turun dari arah jembatan.
"Jadi istri juga enggak tahu kondisi waktu dibakarnya itu seperti apa, enggak tahu," bebernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran mengaku hanya bisa pasrah melihat bangunan tempatnya mencari nafkah hangus tak tersisa. Kendati demikian, ia tetap bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat dalam insiden tersebut.
"Alhamdulillah sih semua aman, intinya kita menyelamatkan diri dulu lah, masalah barang urusan belakangan," ujar Iran.
Iran merintis usaha jualan nasi goreng, gado-gado, hingga ketoprak di warung tersebut sejak dua tahun terakhir. Namun, kerusuhan antarwarga yang mendadak meluas membuat usahanya terbakar.
"Tadi saya sempat didata dari Dinas Sosial, dari RT, lurah, barusan juga survei ke sini," jelas Iran.
Dia menyayangkan insiden bentrokan antarwarga yang berulang kali terjadi hingga merugikan masyarakat kecil yang tidak terlibat konflik. Ia berharap kejadian serupa tak kembali terulang di Palu.
"Ya, harapan ke depannya lah, enggak ada lagi kejadian kayak ginilah. Kita warga yang enggak tahu apa-apa terus ini jadi korban ini kan. Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhirlah kejadian seperti ini," imbuhnya.
Diketahui, aksi saling serang antarwarga Kelurahan Nunu dan Anoa awalnya terjadi pada Rabu (28/10) dini hari, sekitar pukul 03.00 Wita. Personel Polresta Palu dan Polsek Palu Selatan langsung diterjunkan ke lokasi.
Belakangan, dua kelompok warga itu kembali bentrok di kawasan Jembatan Lalove, Kecamatan Tatanga, Rabu (28/10) sekitar pukul 17.00 Wita. Bentrokan susulan ini mengakibatkan satu orang meninggal dan warung Iran terbakar.
"Dari informasi yang diterima ada satu meninggal dunia. Tetapi masih menunggu laporan dari rumah sakit Budi Agung Palu, korban tersebut terkena apa," ujar Kapolresta Palu, Kombes Hari Rosena kepada wartawan di lokasi bentrokan, Rabu (28/10) malam.
