Kebakaran hebat melanda Pasar Sentral Batu-batu, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 149 los dan kios hangus terbakar dalam insiden yang diduga sengaja dibakar karena pelaku sakit hati digertak.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kompleks Pasar Sentral Batu-batu, Dusun Tanete, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 18.57 Wita. Api pertama kali terlihat di tengah pasar dan langsung membesar.
"Warga pertama kali melihat itu api di tengah pasar yang seketika membesar. Kami langsung menghubungi Damkar," ujar warga Batu-batu bernama Hasan kepada detikSulsel, Minggu (25/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hasan, api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh area pasar. Bagian tengah pasar menjadi titik terparah.
"Tadi malam Pasar Sentral Batu-batu terbakar. Hampir semua kios yang terbakar, di tengah paling parah," katanya.
Petugas Damkar Soppeng tiba sekitar pukul 19.00 Wita. Proses pemadaman juga dibantu Damkar dari Kabupaten Sidrap.
"Jam 7 malam tiba Damkar dari Batu-batu, jumlah pemadam sebanyak 8 dari Soppeng. Kemudian ada satu dari Sidrap," sebut Hasan.
Kondisi Pasar Sentral Batu-batu, Kabupaten Soppeng usai terbakar pada Sabtu (24/10/2026) malam. (dok. istimewa) |
149 Kios Hangus, Kerugian Masih Dihitung
Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan laporan kepala pasar, total 149 lapak terdampak.
"Berdasarkan laporan dari kepala pasar, sebanyak 142 los terbakar habis, 7 kios terdampak ringan," ujar Firman.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa. Sementara untuk kerugian material masih dalam proses pendataan.
"Untuk kerugian material belum dirinci, sebab masih dipetakan ini karena bagian tengah habis, yang tersisa hanya sekitar pinggiran keliling pasar. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," katanya.
Pelaku Sakit Hati Digertak
Polisi mengamankan pria berinisial MA (29) yang diduga sebagai pelaku pembakaran. MA diamankan Tim URC Resmob Polres Soppeng di rumahnya di Kecamatan Marioriawa pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 22.00 Wita.
"Iya, diduga dibakar. Terduga pelaku sudah kami amankan," ujar Firman.
Dari pemeriksaan awal, MA mengaku membakar pasar karena sakit hati digertak seseorang di lokasi pasar. Terduga pelaku juga mengaku sempat menunggu orang yang menggertaknya untuk minta maaf.
"Dia mengakui sudah membakar pasar karena digertak oleh seseorang. Katanya dia ancam untuk dipukul, dan merasa sakit hati langsung pulang," beber Firman.
"Terduga pelaku mengatakan kalau sampai jam 7 malam tidak datang minta maaf, saya bakar itu pasar," sambungnya.
Polisi juga menyita barang bukti berupa botol bekas pertalite dan korek api di lokasi. Saat ini Laboratorium Forensik (Labfor) masih melakukan olah TKP.
"Kami amankan botolan bekas pertalite, dan korek," imbuhnya.
Polisi Tunggu Surat Keterangan Medis Pelaku
Firman menyebut MA diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sedang menjalani rawat jalan. Informasi itu dibenarkan warga sekitar.
"Warga di sana sudah tahu kalau terduga pelaku memang sementara berobat, dia memiliki riwayat kejiwaan," kata Firman.
Namun, polisi belum bisa memastikan status kejiwaan pelaku dan masih menunggu keterangan resmi dari rumah sakit.
"Cuman memang harus difaktakan dengan surat langsung dari pihak rumah sakit atau pihak yang menangani kejiwaannya. Itu sementara kami usahakan," bebernya.
Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Soppeng untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Simak Video "Video: Niat Mau Bantu Padamkan Api, Pria di Makassar Tewas Tersengat Listrik"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

