Kemendiktisaintek Apresiasi UMI Tuan Rumah Abdidaya Ormawa 2026

Kemendiktisaintek Apresiasi UMI Tuan Rumah Abdidaya Ormawa 2026

Fadli Ilham - detikSulsel
Minggu, 25 Okt 2026 13:00 WIB
Kemendiktisaintek mengapresiasi UMI sebagai tuan rumah Abdidaya Ormawa 2026.
Foto: Kemendiktisaintek mengapresiasi UMI sebagai tuan rumah Abdidaya Ormawa 2026. (Fadli/detikSulsel)
Makassar -

Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses menjadi tuan rumah ajang Abdidaya Ormawa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) pun mengapresiasi UMI selaku penyelenggara kegiatan yang mempertemukan 120 tim dari 60 kampus.

Anugerah Abdidaya Ormawa yang merupakan ajang penghargaan program pemberdayaan masyarakat yang berlangsung sejak 21-24 Oktober 2026. Puncak kegiatan penghargaan nasional ini ditutup di Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (24/10/2026) malam.

"Kami mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada UMI yang telah berkenaan menjadi tuan rumah Anugerah Abdidaya," ucap Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Belmawa Kemendiktisaintek Sukino saat sambutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukino menjelaskan kampus sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab cukup besar. Menurutnya, Abdidaya Ormawa menjadi ajang kampus menunjukkan pengembangan ilmu pengetahuan.

"Kegiatan ini sekali lagi menyelesaikan proses pendidikan dan menghasilkan lulusan, tetapi perguruan tinggi juga harus hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Abdidaya Ormawa 2026 pun memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengukur kapasitasnya. Kegiatan yang menghadirkan peserta dari berbagai kampus seluruh Indonesia ini untuk mengintegrasi kapasitas mahasiswa.

"Tentunya melalui KKN Ormawa ini, kita memberikan kesempatan kepada adik-adik mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas orisinal kemahasiswaan sekaligus mengintegrasikan kemampuan soft skill, hard skill, di dalam melakukan kebudayaan pada masyarakat," jelasnya.

Sebanyak 120 tim dari 60 kampus yang telah mengikuti Abdidaya Ormawa 2026. Dia menegaskan semua peserta juga akan diberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerjanya.

"Karena dengan ini anugerah jadi sifatnya kami tidak berkompetisi tapi mengapresiasi atas dedikasi dan kinerjanya teman-teman semuanya di dalam memberikan pengabdian untuk membantu masyarakat," imbuh Sukino.

Sementara itu, Rektor UMI Prof Hambali Thalib mengapresiasi seluruh peserta Abdidaya Ormawa 2026. Dia menegaskan agar manfaat dari karya yang ditampilkan dalam ajang tersebut bisa berkelanjutan.

"Kami memilih pemenang penghargaan, memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi juara. Piagam boleh dibawa pulang, tetapi jangan sampai manfaat karya kalian dilupakan meninggalkan masyarakat," ucapnya.

Hambali melanjutkan, tawaran gagasan UMI agar karya terbaik dari mahasiswa diperluas lagi jaringan implementasinya. Menurutnya, ini kesempatan untuk pemerintah menggunakan karya mahasiswa untuk masyarakat.

"Izinkan kami menitipkan satu gagasan bagaimana jika karya terbaik mahasiswa kita hubungkan dalam jejaring solusi Indonesia. Inovasi yang terbukti berhasil kita ukur manfaatnya, kita dokumentasikan, lalu kita bantu terapkan di daerah lain," jelasnya.

"Mahasiswa menemukan solusi, pemerintah memperluas manfaatnya, dan masyarakat menjaga keberlanjutannya. Jangan sampai program pengabdian selesai ketika anggaran habis, sementara persoalan masyarakat masih tinggal di tempat yang sama," sambungnya.

Dia pun menyampaikan terimakasih kepada Kemendiktisaintek karena telah memberikan kepercayaan terhadap UMI. Menurutnya, UMI selalu jadikan kepercayaan itu sebagai proses untuk terus belajar.

"Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, atas kepercayaan menjadikan UMI tuan rumah Abdidaya Ormawa 2026. Bagi kami, ini kesempatan belajar dan melayani," ujarnya.

Hambali mengucapkan terimakasih juga kepada seluruh pihak yang telah terlibat untuk menyukseskan Abdidaya Ormawa 2026. Dirinya pun menyampaikan permohonan maaf selaku tuan rumah jika selama kegiatan sebagian menilainya kurang maksimal.

"Kami memohon maaf dengan tulus apabila penyambutan, pelayanan, atau fasilitas selama kegiatan ini belum memenuhi harapan para peserta, anak-anakku sekalian. Kami telah berusaha, tetapi tentu masih ada yang harus diperbaiki," tuturnya.

Diketahui, UMI meraih lima penghargaan nasional di ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. Berdasarkan rekapitulasi jumlah penghargaan dalam keputusan dewan juri, UMI menempati urutan ke-12 dari 60 perguruan tinggi peserta.

Adapun penghargaan yang diraih UMI dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yakni Penghargaan Terbaik I kategori Ormawa dengan Branding Terkuat diraih UKM Pusat Pengembangan Riset Mahasiswa (PERISAI) UMI. Selain itu Program Pemberdayaan Desa Hutan Pinus Berbasis Ecoforestry di Bonto Manurung memperoleh Terbaik I kategori Stand Expo Terfavorit

Adapula Penghargaan Terbaik I kategori Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik diraih ST Hajrah Mansyur. UMI juga menjadi Terbaik II kategori Perguruan Tinggi dengan Dukungan Paling Komprehensif. Sementara itu UKM Kewirausahaan UMI meraih Terbaik II kategori Tim dengan Luaran Paling Komprehensif.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads