Renungan Harian Katolik Sabtu 24 Oktober 2026: Kesadaran Bertobat

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 24 Okt 2026 07:00 WIB
Ilustrasi renungan renungan harian Katolik (Foto: jcomp/Freepik)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Sabtu, 24 Oktober 2026, mengajak umat untuk kembali merenungkan firman Tuhan dan menemukan makna iman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan renungan hari ini, umat diajak untuk semakin menyadari kasih Allah, memperbaiki diri, serta bertumbuh dalam iman dan kasih kepada sesama.

Renungan Harian Katolik Sabtu, 24 Oktober 2026, dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak di tengah kesibukan dan mendengarkan suara Tuhan melalui Sabda-Nya. Bacaan liturgi hari ini dapat menjadi pedoman untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperkuat kepercayaan kepada Allah, dan belajar menjalani setiap tantangan dengan hati yang penuh harapan.

Mari siapkan hati untuk mengikuti Renungan Harian Katolik hari ini dengan membaca bacaan Kitab Suci, memahami pesan Injil, serta menjadikan firman Tuhan sebagai pegangan dalam perkataan, sikap, dan tindakan sepanjang hari.

Bacaan Liturgi Katolik Sabtu 24 Oktober 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Ef 4:7-16

Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, ?yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota?menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5

Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Injil: Luk 12:1-9

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.

Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?

Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.

Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?

Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.

Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Renungan Katolik Hari Ini 24 Oktober 2026: Kesadaran Bertobat

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, (Luk. 13:8)

Inti bacaan Injil hari ini adalah peringatan dan kesempatan untuk bertobat. Setiap awal Misa, umat mendoakan Doa Tobat.

Menjelang Hari Raya Natal dan Paskah, ada Masa Adven dan Masa Prapaskah, yang keduanya memberi kesempatan umat untuk mempersiapkan diri bertobat.

Mengapa setiap tahun kita diberi peringatan dan kesempatan untuk bertobat? Mari kita merenungkan hal ini.

Hakikat bertobat ada tiga: transformasi batin, buah rohani dan tindakan konkret. Transformasi batin perlu kesadaran diri atas dosa dan rindu untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama.

Buah rohani yaitu perubahan prilaku sebagai buah pertobatan. Tindakan konkret seperti puasa, doa, memberi sedekah.

Jadi pertobatan diawali dengan kesadaran diri atas dosa, sebab banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kita sedang berkubang dalam lumpur dosa. Kita perlu diberi peringatan untuk menyadari dosa kita oleh Tuhan, setelah itu diberi kesempatan bertobat.

Selama hidup, kita akan jatuh bangun dalam dosa, maka peringatan dan kesempatan bertobat adalah dua hal yang saling berkaitan.

Seperti kisah penampakan Bunda Maria di Kibeho, Rwanda, benua Afrika. Bunda Maria pertama kali menampakkan diri di Kolese Kibeho pada 28 November 1981 kepada Alphonsine Mumureke.

Bunda berkata, "Aku adalah Nyina wa Jambo", artinya Bunda Sang Sabda. Bunda berpesan, "Jika aku datang kemari, tidak berarti pesanku hanya untuk Rwanda, ataupun hanya untuk Afrika, tetapi untuk seluruh dunia."

Kepada Nathalie Mukamazimpaka, Bunda berkata, "Anakku, aku sedih; dan yang membuatku sedih adalah karena aku telah memberikan pesan, dan engkau tidak menerimanya dengan cara seperti yang kukehendaki." Juga kepada Marie Claire Mukangango, katanya, "Bertobatlah, bertobatlah, bertobatlah".

Sejumlah penampakan kepada beberapa orang dalam periode November 1981 sampai dengan November 1989, delapan tahun Bunda Maria berulang kali datang, menyerukan peringatan bertobat dan kesempatan bertobat. Sebelum terjadi episode paling kelam dalam sejarah negara Rwanda tahun 1994, Genosida Rwanda.

Oleh karena itu, kita perlu waspada memperhatikan setiap hal dan tindakan yang kita lakukan, apakah sudah sesuai kehendak Tuhan?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Kresensia Aurelia Aida Kurniawan

Doa

Bapa Yang Maha Baik, Engkau telah mengutus Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus untuk memberi teladan hidup dalam kebenaran. Kegelapan ganda sejak lahir yaitu karena dosa dan karena ketidaktahuan, membatasi kemampuan kami dalam memahami kebenaran. Pimpinlah kami di dalam Roh Kudus agar kami dimampukan dengan sadar menyesali dosa kami dan bertobat. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Sabtu, 24 Oktober 2026 lengkap dengan bacaan hingga doanya. Tuhan memberkati ya, detikers!



Simak Video "Pesan Jenderal Hoegeng Iman Santoso, yang Dihadirkan Melalui Teknologi A.I"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork